Orang Tua Korban Cerita Kronologi "Bullying" hingga Anaknya Luka Lebam di Ponpes Lamongan

2026-01-10 09:17:53
Orang Tua Korban Cerita Kronologi
SURABAYA, - Orang tua santri yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan dari teman kamarnya di salah satu pondok pesantren (ponpes) Lamongan, menceritakan kronologi terjadinya peristiwa itu.Winda Nurjannah (32), warga Surabaya, mengatakan awalnya mendapatkan telepon dari anaknya, FAS (14), Rabu . Santri tersebut mengaku sakit sehingga minta dijemput."Ditelepon, (katanya) bunda aku minta pulang soalnya ini sakit panas. Enggak berani ngomong anak saya, enggak tahu ada apa," ucap Winda, saat ditemui di rumahnya, Selasa .Kemudian, Winda yang merasa ada kejanggalan memutuskan langsung mendatangi ponpes tersebut. Akhirnya, dia baru mengetahui sejumlah tubuh anaknya ada luka lebam.Baca juga: Cerita Santri Korban Bullying dan Kekerasan Fisik di Ponpes Lamongan"Kaget saya, hancur, sudah sakit semua, kok anak saya bisa lebam semua kayak begini. Salahnya apa? Apa kok gitu? Kok separah ini, siapa yang melakukan? Anak saya nggak ngomong," ucapnya.Winda pun minta keterangan dari pihak pengelola ponpes terkait luka yang dialami anaknya itu. Dia mendapatkan penjelasan pelaku ya adalah salah satu teman kamarnya, RR (14)."Saya kira itu satu kali tonjokan gitu. Saya enggak tahu kalau banyak banget pukulan itu. Sampai nyawanya itu hampir tidak tertolong kalau misalnya enggak ada yang melerai," jelasnya.Lebih lanjut, Winda baru mengetahui, penyebab anaknya mengalami kekerasan adalah bertanya perihal barangnya yang hilang. Namun, RR tidak terima hingga terjadinya peristiwa itu.Baca juga: Peduli Santri Berprestasi dan Kurang Mampu, Walkot Agung Luncurkan Program Beasiswa Santri Pekanbaru"Kebetulan waktu itu ada di jemuran si RR ini, anak saya enggak niat berantem, enggak niat berkelahi. Anak saya hanya tanya 'ini bajuku kenapa kamu ambilin terus?' Sering dikerjain begitu," ucapnya."Malah membabi buta, malah nantang, malah mengolok-olok 'banci, kamu itu takut. Aku itu enggak sengaja', padahal memang ada video CCTV-nya juga kalau memang dia yang mengambil," tambahnya.Winda sendiri telah melaporkan perkara tersebut ke aparat kepolisian, Kamis . Dia mengaku, hanya berharap pelaku dikeluarkan dari ponpes tersebut agar tidak terulang.Diberitakan sebelumnya, sempat ramai di dunia sosial (medsos) dugaan perundungan dan kekerasan fisik yang dialami seorang santri di salah satu Ponpes yang ada di Kabupaten Lamongan.Dalam video yang beredar, tampak seorang santri memakai baju putih, menghampiri santri lain yang mengenakan kaus hitam.Baca juga: 71 Santri dan Siswa di Sumbawa Barat Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara Dalam keterangan pada video itu, korban berniat menegur karena barang-barangnya kerap diambil. Kedua santri tersebut sempat adu mulut, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.Orang tua santri yang menjadi korban tidak terima anaknya mengalami luka lebam akibat dugaan kekerasan tersebut.Mereka lalu melaporkan kejadian tersebut kepada jajaran Polres Lamongan."Polres Lamongan telah menerima pengaduan, tentang dugaan terjadinya tindak kekerasan di sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang berada di Kabupaten Lamongan," ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, Rabu .


(prf/ega)