China Longgarkan Tarif Impor AS, Kedelai Tetap Kena Bea 13 Persen

2026-01-10 09:23:53
China Longgarkan Tarif Impor AS, Kedelai Tetap Kena Bea 13 Persen
-China menangguhkan sebagian tarif impor dari Amerika Serikat setelah pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Donald Trump pekan lalu.Langkah ini disebut sebagai upaya meredakan ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Namun, tarif untuk kedelai asal AS tetap dipertahankan sebesar 13 persen.Komisi Tarif Dewan Negara mengumumkan pencabutan bea masuk hingga 15 persen atas sejumlah komoditas pertanian Amerika mulai 10 November.Meski begitu, tarif 10 persen yang diberlakukan sebagai respons terhadap kebijakan “Hari Pembebasan” Trump tetap berlaku.Baca juga: China Larang Cip Asing di Pusat Data Baru, Nvidia Terancam TersingkirPertemuan Xi dan Trump di Korea Selatan memberi sinyal positif bagi investor di kedua negara.Pertemuan itu memunculkan harapan baru untuk mengakhiri perang dagang yang mengguncang rantai pasok global selama beberapa tahun terakhir.Washington segera mengeluarkan pernyataan resmi, sementara Beijing belum mengumumkan rincian hasil pertemuan tersebut.Meski tarif sebagian dicabut, minat pembeli China terhadap kedelai AS belum pulih. Dengan bea 13 persen, harga kedelai Amerika masih dianggap terlalu tinggi dibanding produk dari Brasil.Gedung Putih menyebut setelah pertemuan Xi dan Trump, China berjanji membeli sedikitnya 12 juta ton kedelai AS pada dua bulan terakhir tahun 2025, serta 25 juta ton per tahun selama tiga tahun berikutnya.Beijing belum mengonfirmasi angka itu, dan pelaku pasar masih menunggu tanda pembelian besar.Baca juga: Starbucks Lepas 60 Persen Saham di China, Boyu Capital Ambil Alih OperasionalDalam beberapa pekan terakhir, importir China membeli 20 kargo kedelai Brasil karena harga lebih kompetitif.Harga kedelai Brasil untuk pengiriman Desember ditawarkan dengan premi sekitar 2,25 hingga 2,30 dolar Amerika atau sekitar Rp37.600–Rp38.500 di atas kontrak Chicago Januari SF26.Sebagai perbandingan, kedelai AS dari Pantai Teluk ditawarkan 2,40 dolar Amerika atau sekitar Rp40.100 per bushel.Sebelum pertemuan Xi-Trump, perusahaan milik negara COFCO sempat membeli kedelai AS dari panen tahun ini. Langkah itu dianggap sebagai sinyal niat baik menjelang pembicaraan dagang.Pada 2024, sekitar 20 persen impor kedelai China berasal dari AS, turun tajam dari 41 persen pada 2016, setahun sebelum masa jabatan pertama Trump.Tahun ini, China hampir tidak membeli hasil panen AS akibat tarif tinggi yang menimbulkan kerugian besar bagi petani Amerika.Kabinet China juga menangguhkan tambahan tarif 24 persen atas sejumlah barang AS yang mulai berlaku sejak April. Kebijakan ini berlaku selama satu tahun.


(prf/ega)