TASIKMALAYA, - Lima remaja asal Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban asusila kepala Sekolah Dasar (SD) berinisial UR (55).Kejadian ini terungkap setelah kelima korban mengaku berpesta minuman keras di sebuah kamar hotel di Pangandaran.Kelima korban, yang semuanya masih di bawah umur, terdiri dari dua siswi SMP berusia 14 tahun dan tiga gadis yang telah putus sekolah. Salah satu dari mereka telah mengenal pelaku lebih lama.Baca juga: Dua Pelajar SMK Dikeroyok Geng Motor di Tasikmalaya, Luka Parah dan Butuh OperasiKepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana menjelaskan, kelima korban saling mengenal dan diajak salah satu di antara mereka untuk merayakan ulang tahun pelaku."Dalam perkara ini, lima anak asal Kota Tasikmalaya tercatat sebagai korban dan kini mendapatkan pendampingan intensif dari UPTD PPA Kota Tasikmalaya," ungkap Epi di kantornya pada Selasa .Epi mengungkapkan, kejadian bermula ketika salah satu korban yang memiliki kedekatan dengan pelaku mengajak teman-temannya untuk merayakan ulang tahun di Pangandaran pada 9 Desember 2025."Kesepakatan itu membuat kelima anak berangkat bersama. Mereka kemudian menginap di sebuah penginapan di Pangandaran. Sesuai pengakuan korban, mereka dipaksa mengonsumsi minuman keras," kata Epi.Setelah kelima korban tidak sadarkan diri karena alkohol, pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk menyetubuhi dua di antara mereka.Saat berusaha melakukan hal yang sama kepada korban lainnya, pelaku mendapatkan perlawanan, yang berujung pada tindakan kekerasan dan ancaman."Dari pengakuan korban, ada unsur paksaan, rudapaksa, termasuk ancaman. Selain itu, terdapat dugaan kekerasan fisik serta paksaan untuk mengkonsumsi miras," tambah Epi.Baca juga: Kepsek SD Tasikmalaya Diduga Cabuli 5 Remaja Putri Dalam Kamar Hotel di PangandaranTim UPTD PPA Kota Tasikmalaya segera mendampingi para korban ke Pangandaran untuk memberikan dukungan selama proses pemeriksaan di Polres Pangandaran.Setelah pemeriksaan awal, kelima anak tersebut dikembalikan kepada orangtua masing-masing untuk beristirahat dan memulihkan diri."Kami hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara fisik maupun psikologis, serta memastikan orangtua terlibat dalam setiap tahapan pemeriksaan," ujar Epi.Saat ini, pihak UPTD PPA Kota Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut."Prinsip kami adalah memastikan perlindungan dan pemulihan anak, tanpa saling klaim kewenangan, dan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban," jelasnya.
(prf/ega)
Berawal dari Perayaan Ulang Tahun, 5 Remaja Tasikmalaya Jadi Korban Asusila Kepala Sekolah
2026-01-11 03:50:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:08
| 2026-01-11 03:35
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:12
| 2026-01-11 01:35










































