– Warga Kampung Cijagung RT 06 RW 07, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih hidup dalam bayang-bayang pergerakan tanah yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.Fenomena pergerakan tanah ini mulai terjadi sekitar 20 November 2025. Hingga Selasa , warga mengaku getaran tanah masih terasa setiap hari dan dirasakan seperti gempa bumi ringan.Dampak dari kejadian tersebut cukup parah. Sebanyak delapan rumah mengalami kerusakan, sementara empat rumah lainnya ambruk hingga rata dengan tanah.Salah satu warga terdampak, Sujana, masih bertahan di rumahnya meski kondisinya memprihatinkan. Rumah tersebut tampak dipenuhi retakan, halaman rumah mengalami penurunan, dan keramik lantai terbelah akibat pergerakan tanah."Kondisi rumah parah, tiap hari kan turun terus tanahnya, hancur keramik keramik patah. Kalau hujan ngungsi, takut juga (tiang) listrik jatuh kalo dengar (suara rerubtuhan), kalo ga dengar ga takut, masih was-was, takutnya itu soalnya tanah masih bergerak, pergerakan tanah masih kerasa tiap hari, kerasa seperti gempa kecil," kata Sujana kepada Tribunjabar.id di lokasi, Selasa .Baca juga: Tak Hanya Cibeunying, Pergerakan Tanah Juga Rusak Puluhan Rumah di CilacapIa menuturkan, selama sekitar satu bulan terakhir, suara reruntuhan bangunan hampir selalu terdengar setiap hari. Di sisi rumah Sujana, terdapat empat rumah tetangganya yang sudah lebih dulu ambruk akibat pergerakan tanah tersebut.Setiap kali hujan turun, suara bangunan yang runtuh kembali terdengar, menandakan tanah masih terus bergerak."Kalau ada hujan kan tiap hari rug rug (runtuh) itu, jadi roboh terus itu rumah jadi menggeser, rumahnya kan asalnya belum begini, sekarang kan jauh, jadi masih ada pergerakan tanah," ucap Sujana.Sujana mengungkapkan, saat ini ia masih tinggal di rumah tersebut bersama tiga anggota keluarganya. Meski diliputi rasa khawatir, ia terpaksa bertahan karena keterbatasan tempat tinggal. Namun, ketika hujan turun, ia memilih mengungsi ke rumah orang tuanya."Tinggal di rumah ada 4, tiap ada hujan ngungsi, kalau kemarau engga. Harapan saya dari pemerintah segera ada bantuan di lokasi, tempat (rumah saya) yang rusak itu di bagian rumah depan, belakang, soalnya kalau turun otomatis kena tarik karena dalam, kalo tetangga mah udah pada ngungsi," ucap Sujana.Baca juga: [KLARIFIKASI] Jasad Ibu dan Anak Berpelukan Ditemukan Saat Banjir Sukabumi, Bukan SumateraSementara itu, Kepala Dusun 2 Desa Bojonggaling, Cecep Subrata, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Bojonggaling telah melaporkan kejadian pergerakan tanah tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Bantargadung. Warga berharap adanya penanganan lanjutan, termasuk penyediaan hunian sementara di lokasi yang lebih aman."Kemarin berdasarkan informasi dari pak Kepala Desa udah diajukan ke kecamatan sama ke pusat, cuma belum ada tindak lanjut, jadi itu sementara secara pernyataan dari kepala desa udah dilaporkan dibantu dengan Puskesos," ucap Cecep Subrata.Artikel ini tayang di Tribunjabar.id dengan judul 4 Rumah Ambruk, Pergerakan Tanah Hantui Warga Cijagung Sukabumi, Terasa Bak Gempa
(prf/ega)
Warga Sukabumi Diteror Pergerakan Tanah, Empat Rumah Ambruk
2026-01-11 03:31:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 01:53
| 2026-01-11 01:53
| 2026-01-11 01:53
| 2026-01-11 01:29










































