– Tim Boom Bloom Bio dari Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Penabur Gading Serpong berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka menjadi pemenang dalam ajang Oxford–Saïd Global Climate Change Competition 2025, mengalahkan 1.600 tim dari 75 negara.Empat siswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah Merlin Annabelle Suhatam, Emmanuella Renata Ginting, Cheryl Bian Kontamto, dan Raisa Joy Samson. Kompetisi bergengsi itu diselenggarakan di Saïd Business School, University of Oxford, Inggris, pada 26 Oktober 2025. Mereka mengikuti seluruh tahapan lomba mulai dari pendaftaran pada Agustus 2025, seleksi awal, pengumpulan proposal, hingga babak final yang diadakan secara langsung di Oxford.Baca juga: Prabowo Targetkan Lulusan 12 SMA Ini Tembus Harvard, MIT, OxfordTim Boom Bloom Bio terbentuk berkat inisiatif Raisa yang pertama kali mengetahui informasi lomba. Aktif di organisasi MPK, ia mengajak temannya Renata dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk bergabung karena keduanya juga mengikuti klub kimia di sekolah. Mereka kemudian mengajak Merlin, yang dikenal jago Kimia, dan Cheryl, yang pintar Biologi serta fasih berbahasa Inggris.Keempatnya sudah saling mengenal melalui tim project awareness, program di SMAK Penabur Gading Serpong yang mendorong kepedulian siswa terhadap isu climate change atau perubahan iklim.“Kami melakukan penghijauan di sekitar sekolah seperti memilah sampah, menanam pohon, serta belajar membuat ecobrick dan eco enzym,” cerita Cheryl dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis .Merlin juga aktif membentuk organisasi di luar sekolah dan menjadi co-founder yang fokus mengedukasi anak-anak mengenai perubahan iklim, memilah sampah, dan menanam mangrove.Baca juga: Menyambut Rusunawa Marunda Jadi Desa Wisata, dari Green House hingga Rumah MangroveBerbeda dengan Renata, Merlin, dan Cheryl yang mencintai sains sejak kecil, Raisa berperan di bidang bisnis dan marketing. “Saya anak Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tapi punya ketertarikan dengan sains dan pernah aktif di klub astronomi serta mengikuti kompetisi,” tutur Raisa.Nama “Boom Bloom Bio” muncul dari proyek inovasi mereka yang berfokus mengatasi blooming algae, yaitu pertumbuhan populasi alga secara drastis yang berdampak buruk pada terumbu karang. “Kata ‘Boom’ berarti mengalahkan. Jadi, tim kami berfokus mengatasi blooming algae demi keberlangsungan hidup terumbu karang,” ujar Cheryl.Baca juga: Jangkar Kapal Rusak Terumbu Karang di Labuan Bajo, Bupati: Harus Ditentukan Area BerlabuhTim Boom Bloom Bio mempersiapkan diri selama enam bulan, mulai dari proses riset hingga membentuk model prototipe.
(prf/ega)
Berkat Inovasi Ramah Lingkungan, 4 Siswa SMAK Penabur Gading Serpong Juara Dunia di Oxford
2026-01-10 10:11:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 10:10
| 2026-01-10 09:47
| 2026-01-10 09:02
| 2026-01-10 08:52
| 2026-01-10 07:33










































