IEU-CEPA Jadi Angin Segar, Mercedes-Benz Bidik Lonjakan Pasar Mobil Premium

2026-01-10 09:45:15
IEU-CEPA Jadi Angin Segar, Mercedes-Benz Bidik Lonjakan Pasar Mobil Premium
JAKARTA, - Implementasi perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) mulai memantik optimisme dari pabrikan otomotif Eropa yang beroperasi di Indonesia.Salah satunya Mercedes-Benz Indonesia, yang menilai kebijakan itu dapat menjadi dorongan bagi penguatan pasar mobil premium di Tanah Air.Penghapusan tarif impor kendaraan utuh (completely built up/CBU) dari 50 persen menjadi 0 persen dalam rentang waktu lima tahun dinilai membuka peluang baru bagi produsen mobil Eropa untuk memperluas portofolio dan meningkatkan daya saing harga.Baca juga: Dubes Uni Eropa: Indonesia Lebih Untung dari Malaysia Jika IEU-CEPA Dilaksanakan Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, melihat perjanjian IEU-CEPA sebagai langkah positif yang berpotensi memberi nilai tambah bagi industri otomotif nasional.Ia yakin kesepakatan itu bisa mendorong industri otomotif di Tanah Air untuk berkembang lebih jauh.Mercedes-Benz juga memandang kesepakatan dagang tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pasar kendaraan premium.“Yang bisa kami yakini adalah pemerintah ketika mengambil keputusan untuk melakukan kerja sama ini tentu yang terbaik bagi Indonesia” ujar Donald saat konferensi pers Jambore Nasional XX Mercedes-Benz Club Indonesia 2025, Jakarta Selatan, Minggu .Baca juga: Finalisasi I-EU CEPA, Kadin Siap Perluas Akses Ekspor ke EropaLebih jauh, Mercedes-Benz Indonesia masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari kesepakatan IEU-CEPA.Meski perjanjiannya sudah ditandatangani, perusahaan belum mengetahui kapan implementasi CBU diberlakukan, termasuk jenis produk yang akan dibebaskan dari tarif impor utuh.“Saat ini kami dari prinsipal masih menunggu juklak. Perjanjian memang sudah ditandatangani, tetapi kami belum tahu timing implementasinya kapan, dan produk apa saja yang masuk dalam perjanjian tersebut. Kami belum menerima detailnya,” paparnya.


(prf/ega)