Dilantik Jadi Perwira, 1.156 Lulusan SIP Diminta Wakapolri Pulihkan Kepercayaan Publik

2026-01-11 03:27:12
Dilantik Jadi Perwira, 1.156 Lulusan SIP Diminta Wakapolri Pulihkan Kepercayaan Publik
JAKARTA, - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meminta 1.156 perwira lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025 untuk menjadi motor perubahan di tubuh Polri dalam memulihkan kepercayaan publik.Dalam upacara pelantikan di Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis , Dedi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kenaikan pangkat, tetapi awal tanggung jawab baru untuk menghadirkan perubahan nyata di lapangan.“Hari ini bukan hanya pelantikan pangkat, tetapi titik awal perubahan. Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri,” tegas Dedi dalam keterangannya, Kamis.Baca juga: Polri Ungkap 87 Kontainer Produk Turunan CPO, Diduga Langgar EksporSebanyak 1.156 perwira baru tersebut terdiri dari 1.099 polisi laki-laki dan 57 polisi wanita.Mereka telah menempuh empat bulan pendidikan kepemimpinan dan teknis kepolisian.Namun, kata Dedi, ujian sesungguhnya dimulai setelah mereka kembali ke satuan tugas masing-masing.“Sekarang kalian bukan lagi pelaksana, tetapi pengendali di lapangan. Bimbing anggota, jaga standar pelayanan, dan pastikan setiap kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan. Jangan biarkan teori berhenti di ruang kelas,” pesan Dedi.Dedi menekankan bahwa keberhasilan perwira Polri diukur dari perubahan yang dirasakan masyarakat, bukan dari penghargaan atau banyaknya laporan kerja.Ia mengingatkan bahwa Polri kini sedang menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan publik.Baca juga: Anggota DPR Minta Polisi Usut Kebakaran Rumah Hakim KhamozaroUntuk menjawab tantangan itu, Polri telah mencanangkan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan menerbitkan buku Do’s and Don’ts sebagai panduan perilaku anggota.Namun Wakapolri mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan langsung dalam pelayanan di lapangan.“Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka,” ujarnya.Untuk itu, Dedi meminta agar para perwira baru memperkuat pelayanan publik, terutama melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi PAMAPTA (Patroli dan Pengamanan Tempat).Kedua unit tersebut, menurutnya, menjadi garda terdepan dalam membangun citra Polri di mata masyarakat."Mulai dari SPKT dan PAMAPTA, ubah cara kerja, ubah cara melayani. Datangi masyarakat lebih dulu, tanggapi cepat laporan, dan pastikan setiap warga merasakan kehadiran Polri yang manusiawi dan tanggap,” tegasnya.Baca juga: Pekan Depan, Polri Panggil Halim Kalla dkk Tersangka Kasus Korupsi PLTU Kalbar


(prf/ega)