Niat Membuat Camilan Sehat untuk Anak, Kini Sukses Jualan Kue Kering

2026-01-10 10:11:26
Niat Membuat Camilan Sehat untuk Anak, Kini Sukses Jualan Kue Kering
MATARAM, - Pagi itu hujan baru saja reda. Suasana di Jalan Angsoka, Gomong, Kota Mataram, NTB masih nampak lengang.Di salah satu rumah yang disulap menjadi toko oleh-oleh sekaligus tempat produksi kue kering Nutsafir, sudah memulai kesibukannya. Aneka macam kue kering yang sudah dikemas, berderet rapi di setiap sudut ruangan. "Dulunya ini kamar saya, tapi dijebol untuk toko oleh-oleh," kata Sayuk Wibawati sambil tersenyum ramah. Sayuk menceritakan, sebelum memulai usaha kue kering dia merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak. Baca juga: Demi Anak, Ibu Siti Aisyah Jadi Spesialis Tukang Tambal Ban Truk: Saya Nikmati Saja..."Anak-anak saya ini tiga-tiganya susah makan, jadi saya berupaya membuat makanan yang ada nilai gizinya meskipun mereka makannya sedikit," kata Sayuk. Berawal dari keinginan membuat camilan sehat untuk anaknya itulah, ibu tiga orang anak ini justru sukses menjual kue kering dengan bahan baku biji-bijian. "Idenya dari sana sebenarnya bikin camilan sehat untuk anak-anak dari sumber daya alam yang melimpah di Lombok," tutur Sayuk. Sayuk merintis usaha kue kering sejak tahun 2012.Saat itu, ia ingin mempunyai usaha yang bisa dilakukan di rumah, agar tetap bisa mengurus anak-anaknya. KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Sayuk Wibawati sukses berjualan kue kering dari biji-bijian yang diberi label Nutsafir Cookies.Ide membuat kue kering dari biji-bijian muncul ketika Sayuk pergi ke pasar tradisional dan menemukan beraneka macam biji bijian yang oleh masyarakat biasa digunakan untuk sayur. "Saat mulai bisnis itu terlintas biji-bijian ini untuk diolah menjadi sesuatu yang menarik karena biji-bijian mengandung nutrisi, vitamin dan zat antioksidan," tutur Sayuk. Berbekal gelang emas yang diberikan oleh ibunya saat masih menjadi TKW, Sayuk menggadaikan gelang tersebut untuk modal usaha. Dengan modal awal sebesar Rp 3 juta, Ia lantas membeli baskom, loyang dan peralatan lainnya untuk membuat kue dari biji kacang hijau. "Awal mulainya saya yang bikin sendiri, ngoven, jual semuanya tak kerjain sendiri," kata Sayuk. Baca juga: 2 Kali Ditinggal Wafat Suami, Ibu Penjual Kenari Berhasil Sarjanakan 7 dari 9 Anaknya


(prf/ega)