Pasokan Tertekan, Harga Tembaga Melonjak Tajam di Bursa London

2026-01-10 09:24:53
Pasokan Tertekan, Harga Tembaga Melonjak Tajam di Bursa London
– Harga tembaga melonjak dalam perdagangan yang bergejolak di Bursa Logam London (London Metal Exchange/LME), melanjutkan reli kuat di akhir tahun seiring semakin terbatasnya ketersediaan pasokan global.Dikutip dari Bloomberg, Senin , kontrak berjangka tembaga di LME melonjak hingga 6,6 persen pada menit-menit awal perdagangan setelah dibuka kembali usai libur Natal.Kenaikan tersebut menjadi lonjakan intraday terbesar sejak 2022, dengan harga mendekati 13.000 dollar AS per ton.Namun, harga kemudian terkoreksi dan diperdagangkan sekitar 1,6 persen lebih tinggi pada pertengahan sesi perdagangan di London.Baca juga: Tambang Batu Hijau AMMAN Raih The Copper Mark, Jadi Contoh Produksi Tembaga Bertanggung JawabSementara itu, kontrak berjangka tembaga di New York justru melemah, menghapus sebagian besar kenaikan 5 persen pada Jumat, saat LME masih tutup.Lonjakan terbaru ini menutup tahun yang luar biasa bagi harga tembaga, yang menuju kinerja terbaik sejak 2009.Sepanjang tahun, reli tembaga ditandai oleh sejumlah gangguan tambang yang tidak terencana, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap industri peleburan global.Dalam periode terakhir, kenaikan harga dipicu oleh lonjakan pengiriman ke Amerika Serikat yang menguras pasokan tembaga dari pasar global lainnya.Baca juga: Mengapa Hilirisasi Tembaga dan Emas Perlu?Rencana Trump untuk kembali meninjau tarif atas tembaga primer pada 2026 menghidupkan kembali perdagangan arbitrase yang sempat mengguncang pasar awal tahun ini.Kondisi tersebut memperketat ketersediaan pasokan di luar AS, meskipun permintaan mendasar di China sebagai pembeli utama justru melemah.Selain faktor tarif, tekanan pasokan juga diperburuk oleh sejumlah insiden di sektor pertambangan.Di antaranya kecelakaan fatal di tambang tembaga terbesar kedua di dunia di Indonesia, banjir bawah tanah di Republik Demokratik Kongo, serta ledakan batu yang menewaskan pekerja di sebuah tambang di Chile.Di sisi lain, prospek permintaan jangka panjang tetap kuat. Tren elektrifikasi mendorong kebutuhan tembaga dalam jumlah besar untuk jaringan listrik, infrastruktur energi, dan sektor manufaktur.Baca juga: Freeport Kaji Potensi Ambil Konsentrat Tembaga dari Amman Buat Operasi Smelter Investor juga memperkirakan konsumsi tembaga akan meningkat guna memenuhi lonjakan kebutuhan listrik dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).Analis industri menilai sebagian besar sumber daya tambang dengan kadar tertinggi dan akses termudah telah semakin menipis.


(prf/ega)

Berita Terpopuler