Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid

2026-01-11 03:18:31
Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid
NUSANTARA, - Penduduk tertua di Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah perempuan berusia 108 tahun.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam Acara Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN (PPIKN) 2025 di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa ."Kami bertemu dengan penduduk IKN yang tertua, yaitu berusia 108 tahun," kata Amalia.Baca juga: Tahukah Anda, Separuh Populasi IKN adalah Generasi Muda?Amalia mengatakan, warga tersebut telah melewati banyak fenomena, mulai dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Kemerdekaan, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Pandemi Covid-19.Meskipun demikian, Amalia menegaskan bahwa populasi IKN didominasi oleh penduduk usia produktif 15-64 tahun. Hal itu menandakan adanya bonus demografi di IKN.Sementara total populasi IKN adalah sebanyak 147.427 jiwa dari 43.293 rumah tangga."Berarti setiap 100 penduduk usia produktif di IKN menanggung sekitar 47 hingga 48 penduduk usia non-produktif," ungkap Amalia.Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis saat Nataru, Otorita Siapkan Manajemen Lalu LintasDari data tersebut, generasi Z mendominasi jumlah penduduk dengan persentase sebanyak 27,20 persen atau sekitar 40.100 jiwa, diikuti oleh generasi milenial sebanyak 23,53 persen atau sekitar 34.690 jiwa.Kemudian generasi post gen Z 22,28 persen atau sekitar 32.847 jiwa, generasi X 19,29 persen atau sekitar 28.439 jiwa, baby boomer 7,14 persen atau sekitar 10.526 jiwa, dan pre-boomer 0,55 persen atau sekitar 811 jiwa.Sementara untuk konsentrasi persebaran penduduk, jumlah tertinggi ada di Desa Samboja Kuala (Kecamatan Samboja), Desa Muara Jawa Ulu dan Muara Jawa Pesisir (Kecamatan Muara Jawa), serta Desa Telemow (Kecamatan Sepaku), dengan kepadatan penduduk lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.Baca juga: Hasil Sensus Penduduk, IKN Telah Dihuni 147.427 Orang"Wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk dan dengan demikian dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur Ibu Kota Nusantara ke depan," ujar Amalia.Adapun Sensus Penduduk IKN dilakukan dengan anggaran dari Otorita IKN sebesar Rp 7 miliar yang melibatkan 856 petugas BPS."Pak Kepala Otorita IKN menyepakati, kami diberikan anggaran oleh Otorita IKN untuk melaksanakan pendataan lengkap penduduk Ibu Kota Nusantara," kata Amalia.Pada kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa IKN dibangun untuk generasi muda."IKN adalah kota bagi mereka (generasi muda), bukan buat saya, generasi saya, bukan buat generasi Pak Menteri PPN/Kepala Bappenas. Itu buat generasi muda ke depan, itulah IKN," kata Basuki.Baca juga: IKN Didominasi Gen Z dan Milenial, Basuki Cari Investor Padel hingga BioskopIa juga mengatakan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus siap ditempatkan di IKN. Apalagi, menurut Basuki, IKN sudah dilengkapi dengan fasilitas hunian untuk CPNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN)."Ada rumah susun (rusun), airnya tap water, langsung diminum, hot and cold. Ada tiga kamar, AC, dan ada ruang tamu, ada ruang makan, ada dapur, ada ruang cuci. Jadi dua kamar mandi, dengan luasan 98 meter persegi," ucap Basuki.Basuki juga memaparkan bahwa pada bulan Januari 2026 akan dilakukan peletakkan batu pertama atau groundbreaking Kantor BPS di IKN."Jadi siap-siap nanti ada supervisor dengan beberapa staf yang ditempatkan di IKN. Jangan khawatir, kami semua sekarang ada di IKN. Saya sendiri bersama seluruh 1.100 aparat (ASN) Otorita berada di IKN," kata Basuki.


(prf/ega)