Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan soal dugaan aksi penjarahan di Gudang Bulog, Sibolga, Sumatra Utara, yang terjadi pasca terjadi banjir besar. Pratikno menyebut bahwa yang terjadi adalah kerumunan warga yang mengantre menerima bantuan banjir.Pratikno mengaku dirinya melihat sendiri di lokasi saat peristiwa itu terjadi. Dia menyampaikan warga berkumpul di depan Gudang Bulog untuk mengantre pembagian bantuan beras 5 kilogram."Yang kaitan anda sebut tadi menjarah, saya kebetulan menyaksikan sendiri saat ada kerumuman di depan Gudang Bulog di Sibolga Pandan. Kemudian itu justru masyarakat berkumpul dibagi dengan beras 5 kilogram," jelas Pratikno dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin .AdvertisementDia menuturkan bahwa pemerintah berusaha meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dengan membagikan bantuan beras. Pratikno menuturkan peristiwa yang terjari sebenarnya adalah pendistribusian bantuan, bukan penjarahan warga."Jadi karena masyarakat butuh ya waktu itu terus langsung satu orang dikasih 1. Artinya apa, yang sebenarnya terjadi saat itu di Sibolga pemberian bantuan," jelasnya.Pratikno menyampaikan awalnya pendistribusian bantuan berjalan dengan baik, meski berkerumun. Menurut dia, masyarakat pun langsung meninggalkan Gudang Bulog usai mendapatkan bantuan."Kemudian bisa berjalan dengan baik dan awalnya memang berkerumun, kemudian sudah bubar," ucap Pratikno.
(prf/ega)
Menko PMK Sebut Kerumunan di Gudang Bulog Sibolga Bukan Penjarahan: Saya Saksikan Sendiri
2026-01-10 09:26:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 10:13
| 2026-01-10 09:02
| 2026-01-10 08:58
| 2026-01-10 08:51
| 2026-01-10 08:50










































