- Hubungan antara mertua dan menantu sering kali menjadi dinamika yang paling menantang dalam keluarga. Psikolog dan pakar hubungan keluarga Dr. Tracy Dalgleish menjelaskan, banyak kebiasaan toxic mertua sebenarnya tidak selalu dilandasi niat buruk. “Kesalahan-kesalahan ini sering kali tidak langsung terlihat, tetapi dalam banyak kasus menciptakan dinamika segitiga yang berdampak negatif pada hubungan antara mertua, menantu, dan anak dewasa,” ujar Dr. Dalgleish, dikutip dari Parade, Kamis .Baca juga: 8 Pola Komunikasi Toxic yang Merusak Hubungan dan Cara MengatasinyaNamun, jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat memicu konflik, rasa tidak aman, hingga keretakan hubungan dalam keluarga inti.Berikut enam kebiasaan toxic mertua yang perlu dihentikan agar hubungan keluarga tetap sehat dan harmonis.Salah satu kebiasaan toxic mertua yang paling sering terjadi adalah memandang menantu sebagai pihak luar dalam keluarga. Bentuknya bisa berupa tidak mengundang menantu ke acara keluarga, mengabaikan pendapatnya, atau membuatnya merasa tidak sepenuhnya diterima.“Meski menantu bukan anak kandung, ia adalah sosok penting bagi anak dewasa kamu,” kata Dalgleish. Ia menegaskan, menantu perlu disambut sebagai bagian dari keluarga, termasuk diberi ruang untuk ikut dalam tradisi keluarga sekaligus membangun tradisi baru.Menurutnya, kebiasaan toxic mertua yang mengecualikan menantu justru akan memaksa anak untuk memilih antara pasangan atau orangtua, dan pada akhirnya berpotensi menciptakan jarak emosional.Membandingkan keluarga sendiri dengan keluarga menantu juga termasuk kebiasaan toxic mertua yang sering tidak disadari. Baca juga: Kenali 9 Ciri Ayah Toxic yang Bisa Sebabkan Luka Batin sejak KecilKomentar seperti membandingkan cara pengasuhan, tradisi, atau intensitas kebersamaan bisa melukai perasaan menantu.“Lepaskan kebiasaan membandingkan, dan fokuslah membangun hubungan yang ingin kamu miliki dengan anak dan menantu,” ucap DalgleishKebiasaan toxic mertua ini kerap menimbulkan rasa tidak pernah cukup baik di pihak menantu dan memperbesar potensi konflik dalam rumah tangga.Ketika pasangan menetapkan batasan, tidak jarang mertua langsung menyalahkan menantu. Menurut Dalgleish, ini adalah bentuk kebiasaan toxic mertua yang sangat merusak.
(prf/ega)
Waspadai, 6 Kebiasaan Toxic Mertua yang Diam-diam Merusak Rumah Tangga
2026-01-11 03:44:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:39
| 2026-01-11 03:07
| 2026-01-11 03:01
| 2026-01-11 02:28
| 2026-01-11 02:06










































