Konsekuensi Beli Mobil Diesel Modern

2026-01-09 20:19:53
Konsekuensi Beli Mobil Diesel Modern
JAKARTA, – Mobil diesel modern menawarkan tenaga besar dan efisiensi tinggi. Namun konsekuensinya yaitu wajib menggunakan bahan bakar diesel berkualitas baik.Apin, pemilik bengkel Pelita Motor di sentra otomotif Blok M Mall, mengingatkan bahwa kualitas solar sangat berpengaruh apalagi yang sudah pakai common rail.Baca juga: ESDM Beberkan Tantangan Menuju Penerapan E10 di Indonesia“Tapi kandungan bahan bakarnya itu harus sesuai. Jadi bahan bakar yang kita beli ya harus sesuai dengan yang seharusnya kita dapat," kata Apin kepada Kompas.com, yang ditemui di Jakarta, pekan lalu.Isuzu Mesin diesel Isuzu"Jadi kalau kita beli mobil, ya harus siap juga beli bahan bakarnya. Masa sudah bisa beli mobil ratusan juta rupiah, tapi mau pakai solar yang jelek atau kualitasnya buruk, kan tidak masuk akal,” ujar Apin.Secara teknis, kandungan sulfur dalam bahan bakar diesel berpengaruh langsung terhadap kebersihan sistem pembakaran."Semua prinsipal yang mengeluarkan mobil common rail, entah itu Mitsubishi, Toyota, Mercedes, BMW, atau merek lainnya, pasti memberikan pedoman bahwa mobil tersebut harus menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah,” jelasnya.Baca juga: Toyota Gazoo Racing Indonesia Raih Gelar Juara di Kejurnas Slalom 2025Alasannya yaitu solar dengan kadar sulfur tinggi meninggalkan banyak residu dan kerak yang dapat menyumbat nozzle injektor dan merusak pompa bahan bakar.Kompas.com/Erwin Setiawan Poros Cam digerakkan oleh timing belt pada mesin dieselLubang injektor pada mesin diesel modern sangat kecil dan presisi. Bila terkena kotoran atau endapan dari bahan bakar berkualitas rendah, performa mesin bisa menurun drastis, bahkan menyebabkan kerusakan yang mahal perbaikannya.Sementara itu, sistem common rail bekerja dengan tekanan bahan bakar sangat tinggi agar pembakaran berlangsung lebih halus, efisien, dan ramah lingkungan.Karena itu, bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah (maksimal 50 ppm) menjadi syarat mutlak agar injektor, pompa, dan katup kontrol tekanan (SCV) tetap awet.


(prf/ega)