SURABAYA, - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Polisi Nanang Avianto meminta masyarakat bijak dalam menanggapi kasus viral di media sosial. Seperti halnya kasus Nenek Elina Widjajanti di Surabaya.Kasus nenek 80 tahun, Elina Widjajanti di Surabaya yang diduga diusir dan rumahnya dibongkar paksa oleh sekelompok orang viral di media sosial.Kapolda Jatim Nanang menilai kasus yang viral berisi narasi ancaman akan menciptakan suasana mencekam di lingkungan masyarakat.“Kalau kita lihat dari media yang viral-viral ancaman-ancaman. Sekarang saya tanya, apa gunanya sih kita membuat hal-hal yang membuat mencekam? Nggak ada gunanya,” kata Nanang, Senin .Baca juga: Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan TerprovokasiAlih-alih diviralkan, Nanang meminta agar masyarakat berani melapor ke pihak berwajib agar tidak mengganggu situasi yang sudah kondusif.“Kita kan negara hukum, jadi kalau merasa sesuatu hal yang tidak benar ya lapor saja. Jangan membikin situasi gak kondusif dan sekarang ini menjadi viral,” ucapnya.Nanang mewanti-wanti, informasi yang diunggah di media sosial akan cepat tersebar luas.Dalam hitungan detik, informasi tersebut tidak hanya menyebar di wilayah Jatim tetapi internasional.“Dan kita tahu bahwa kondisi negara kita harus kita bikin senyaman mungkin karena kita semua akan menjaga situasi ini. Hal-hal semuanya memerlukan rasa aman,” jelasnya.Baca juga: Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan TerprovokasiApabila situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sudah terkendali, pejabat lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 meminta agar tidak ada unggahan di media sosial yang bersifat provokatif.“Kalau sudah nyaman, nggak usah lah kita memviralkan hal-hal yang sifatnya provokatif. Saya yakin masyarakat Jawa Timur cerdas semuanya, bisa menilai mana yang memviralkan itu baik atau provokatif,” bebernya.Lebih lanjut, Kapolda Kalimantan Timur tersebut menilai informasi viral bersifat provokatif di media sosial akan berdampak stabilitas ekonomi daerah.Nanang bilang, Jawa Timur menjadi daerah yang menjadi primadona untuk investasi dibanding beberapa daerah di luar Jatim.Sehingga, situasi yang aman dan nyaman menjadi nilai jual.“Sehingga nanti semua sentuhan akan bisa berjalan efek domino dari pariwisata sehingga akan berkaitan dengan semua. Dan tentunya akan menciptakan situasi yang positif di dalam pikiran kita,” ungkapnya.Baca juga: Pengusiran Nenek Elina, Madas: Dilakukan Oknum, Bukan OrganisasiOleh sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu lagi memviralkan hal-hal provokatif.Selain itu, bagi pengguna media sosial juga tidak terpengaruh akan informasi provokatif.“Dan kita ingatkan yang bersangkutan, kalau nggak kenal gak usah diteruskan untuk membuat hal yang provokatif karena masyarakat Jatim tidak menginginkan hal demikian,” tutupnya.
(prf/ega)
Imbas Kasus Nenek Elina, Kapolda Jatim: Jangan Viralkan Video-video Mengancam
2026-01-10 09:17:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 09:33
| 2026-01-10 09:07
| 2026-01-10 09:01
| 2026-01-10 08:09
| 2026-01-10 07:31










































