SUMBAWA, - Mengajar di kelas inklusif dengan siswa berkebutuhan khusus tidaklah mudah, begitulah yang dirasakan Ririn Yuliana (28).Setelah lulus sebagai PPPK di SLBN 1 Sumbawa, NTB, pada 2022, Ririn berupaya merancang media pembelajaran inklusif bagi siswa kelas awal dengan beragam kebutuhan khusus.Meski berulang kali mencoba, ia tak langsung menemukan formula yang tepat. Namun, Ririn tak putus asa.“Saya percaya bahwa semua anak dengan kebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan berkualitas yang inklusif. Guru sebagai fasilitator harus menemukan beragam solusi itu,” kata Ririn saat dikonfirmasi Selasa .Baca juga: Hannan Abdullah, Guru Disabilitas Netra yang Punya Semangat Tinggi Mengajar Ririn akhirnya merancang media pembelajaran papan eatlis yang mengantarkannya meraih juara 1 Lomba Anugerah Guru Prima (AGP) Tingkat Nasional Kategori SD tahun 2025.Lomba yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini menjadi kado terbaik bagi Ririn pada Hari Guru Nasional 2025 yang dirayakan setiap tanggal 25 November.Ririn percaya media pembelajaran papan edukasi sebagai keterampilan menulis (papan eatlis) dapat menjembatani siswanya menulis huruf dan angka sambil bermain.“Papan eatlis adalah sebuah papan media edukasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa berkebutuhan khusus. Penggunaan dilakukan sambil bermain, siswa tak merasa sedang belajar. Hajatnya ini media sebagai jembatan komunikasi dengan siswa,” ungkap Ririn.Setelah menerapkan inovasi media ini, kata dia, terbukti efektif dalam pembelajaran bermakna bagi siswa dengan beragam kebutuhan khusus, seperti difabel grahita, down syndrome, dan hiperaktif di kelas satu SDN-LB Sumbawa."Media ini membantu siswa berkebutuhan khusus kelas satu dalam tahapan pra-menulis, melatih motorik halus, fokus mata, dan gerakan tangan," ujar Ririn.Baca juga: Nur Fadli, Guru yang Memilih Mengajar di Pinggiran Jember dan Mendirikan 5 SekolahPapan eatlis berbentuk papan yang dilengkapi lampu LED, remote dengan layar yang bisa berubah warna, dapat diselipkan kertas, dan membentuk pola menyerupai rasi bintang.Menurut dia, dengan media ini, anak-anak dapat menghubungkan titik-titik seperti menggambar rasi bintang, dengan mengikuti bentuk pola, menjepit, dan menarik garis, yang semuanya melatih keterampilan pra menulis dalam satu media.Ririn mengungkapkan bahwa siswa difabel grahita menghadapi tantangan dalam pembelajaran menulis, seperti cepat bosan, sulit fokus, kertas biasa atau buku sering basah karena air liur, dan tantangan lainnya.Dengan media papan eatlis, kata Ririn, dapat memberikan stimulasi visual yang membantu siswa difabel grahita, down syndrome, serta hiperaktif belajar menulis dan mengenal huruf."Kebetulan murid-murid saya memiliki hambatan dalam menulis. Jadi, saya membuat media ini untuk membantu mereka," ucap Ririn.Ririn Siswa Difabel Grahita sedang menggunakan media pembelajaran papan Eatlis
(prf/ega)
Cerita Guru SLBN 1 Sumbawa Raih Penghargaan Nasional Lewat Media Papan Rasi Bintang Difabel Grahita
2026-01-10 09:42:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 09:38
| 2026-01-10 09:22
| 2026-01-10 09:04
| 2026-01-10 07:57
| 2026-01-10 07:44










































