Duduk Perkara Cekcok TNI-Polri Kutai Barat yang Viral: Solid, Bantah Lepas Pelaku Narkoba

2026-01-11 03:34:42
Duduk Perkara Cekcok TNI-Polri Kutai Barat yang Viral: Solid, Bantah Lepas Pelaku Narkoba
KALTIM, SAMARINDA — Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 091/ASN, Kapten Inf Imam Nawawi, menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap solid dalam upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim).Pernyataan ini disampaikan menanggapi video viral berdurasi 30 detik yang memicu spekulasi pembebasan pelaku narkoba saat operasi di Kutai Barat.Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan aparat TNI cekcok dengan kepolisian beredar di media sosial sejak Minggu .Dalam video itu, aparat TNI terlihat sedang mengikuti rapat dengan jajaran Polres Kutai Barat tampak kesal dan meninggalkan ruangan.Baca juga: Bantah Bebaskan Bandar Narkoba, Ini Penjelasan Polisi soal Video Cekcok dengan TNI di Kutai BaratVideo itu beredar di media sosial menarasikan bahwa salah satu terduga pelaku narkoba dilepaskan saat operasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur.Kabar tersebut sudah dibantah oleh pihak kepolisian. Polres Kutai Barat memastikan, para terduga pelaku menjalani asesmen di BNNP Kaltim.Sementara itu, Kapenrem 091/ASN, Kapten Inf Imam Nawawi menegaskan, bahwa TNI dan Polri tetap solid.“Kami masih sinergi. TNI dan Polri tetap solid,” kata Imam saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Imam menjelaskan, sebelum memberikan klarifikasi kepada media, ia telah meminta petunjuk kepada unsur intelijen, terkait informasi yang beredar.Pihaknya justru berterima kasih kepada media karena pemberitaan membantu meluruskan situasi.Baca juga: Bareskrim Tetapkan 1 Tersangka Kasus Temuan Narkoba dalam Kecelakaan Mobil di Tol Lampung“Kami malah mengucapkan terima kasih kepada media. Melalui pemberitaan itu, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memantau dan memerangi narkoba,” ujarnya.Terkait dugaan bahwa terduga pelaku dilepaskan, Imam menegaskan bahwa TNI telah menjalankan prosedur sebagaimana mestinya.“Kewajiban kami, begitu mendapat laporan, kami tangkap dan serahkan oknum beserta barang buktinya ke pihak kepolisian. Soal selanjutnya itu kewenangan Polri. Rumor bahwa ada yang dilepas itu di luar kendali kami,” ucapnya.Ia menambahkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan narkoba karena TNI tidak dapat menjangkau seluruh wilayah secara maksimal.“Masyarakat lebih tahu kondisi di lapangan. Kami ingin mengajak semua pihak untuk berperan. Narkoba ini musuh negara dan harus kita tumpas,” katanya.


(prf/ega)