Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran

2026-01-11 03:49:53
Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran
SIDOARJO, - Pengemudi ojek online (ojol) di Sidoarjo mengalami lonjakan pesanan makanan dari warga Kelurahan Sidokare, seiring dengan banjir yang melanda kawasan tersebut dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter, Kamis .Yudhi, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan bahwa pesanan makanan dari wilayah Kelurahan Sidokare meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.Ia menjelaskan bahwa peningkatan pesanan ini disebabkan oleh ketidakmampuan warga memasak akibat tingginya genangan air.Baca juga: Terendam Banjir, 105 Penghuni UPTD Liponsos Kabupaten Sidoarjo Dievakuasi“Sejak pagi sampai siang, pesanan makanan dari Sidokare terus masuk. Warga ngakunya malas ke pasar dan akhirnya nggak masak karena banjir," ujar Yudhi.Ia juga menambahkan bahwa akses menuju beberapa kompleks perumahan di Kelurahan Sidokare sulit dilalui akibat genangan air yang cukup tinggi.Meskipun demikian, Yudhi dan pengemudi ojol lainnya tetap berusaha mengantarkan pesanan.“Banjirnya tinggi, kadang tingginya hampir nutupi karburator motor. Untungnya nggak sampai mogok. Kalau mogok ya terpaksa dituntun saja," tambahnya.Yudhi mengaku nekat menerobos banjir demi memastikan pesanan warga dapat diterima, meskipun ia harus rela pakaian basah akibat tingginya genangan air."Ya kasihan juga kalau pesanannya nggak diterima. Mau nggak mau tetap diantar saja, kasian juga kalau mereka di rumah nggak ada makanan," tutup Yudhi.Baca juga: Bupati Subandi Ungkap Penyebab Banjir di Sidoarjo Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Subandi, menjelaskan bahwa banjir di pusat Sidoarjo Kota disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur selama berjam-jam.Selain itu, air rob dari perairan Barat Kabupaten Sidoarjo juga berdampak pada pemukiman warga.Untuk mengatasi masalah ini, Subandi menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan normalisasi sungai dan memperluas saluran untuk menampung air hujan.Ia juga berencana menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk mencari solusi terhadap banjir yang melanda.


(prf/ega)