BANDA ACEH, – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengoptimalkan tanggap darurat fase kedua di Aceh untuk melakukan early recovery dengan fokus utama pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan longsor.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pembangunan hunian sementara akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota terdampak sesuai usulan dan kebutuhan pemerintah daerah setempat.“Tentu saja untuk hunian sementara akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota terdampak, yang pemerintah daerahnya mengusulkan sesuai kebutuhan hunian sementara tersebut,” kata Muhari dalam konferensi pers pembaruan penanganan banjir dan longsor di Kantor Gubernur Aceh, Kamis .Baca juga: Jalur Aceh Utara ke Kecamatan Permata Bener Meriah Sudah Bisa DilaluiIa menjelaskan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Nagan Raya dan Bener Meriah telah mengusulkan lokasi pembangunan hunian sementara. Saat ini, tim BNPB masih melakukan pengecekan kesesuaian lahan yang diajukan.“Sekali lagi tentu saja untuk hunian sementara ini kita perlu benar-benar memastikan bahwa lokasi aman dari potensi serupa di masa depan. Selain itu, Aceh Barat pemerintahnya juga sudah mengusulkan lima titik atau lahan untuk huntara,” ujar Muhari.Selain pembangunan hunian, BNPB juga menyoroti perkembangan pembukaan akses wilayah di Aceh. Saat ini, akses Kabupaten Aceh Utara telah terhubung kembali dengan Bener Meriah dan Takengon melalui jalur KKA.Kondisi tersebut dinilai sangat membantu kelancaran arus barang, orang, dan logistik, termasuk penggeseran alat berat ke wilayah terdampak.“Juga penggeseran alat berat ke tiga kabupaten ini. Ini akan sangat signifikan dalam upaya percepatan pemulihan khususnya di Bener Meriah dan Takengon,” kata Muhari.Terkait pembangunan jembatan bailey, Muhari menyebut jembatan Bailey Teupin Reudeup di Awe Geutah yang menjadi jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe saat ini telah memasuki tahap finalisasi.“Kita harapkan hari ini atau besok sudah diuji coba lintas atau uji kendaraan. Kalau jembatan ini juga bisa terhubung, tentu saja upaya kita dalam mengoptimalkan proses pemulihan sektor fisik ini akan lebih signifikan lagi,” ujarnya.Sementara itu, pembangunan jembatan Kuta Blang yang merupakan jalur utama Bireuen–Lhokseumawe telah mencapai progres sekitar 60 persen dan ditargetkan segera tersambung satu segmen jembatan bailey untuk menggantikan jembatan utama yang terputus akibat banjir.“Ada satu titik lagi jembatan Jeumpa atau Cot Bada ruas jalan Kota Bireuen yang longsor, saat ini progres pengerjaannya sudah 80 persen,” kata Muhari.
(prf/ega)
Fase Kedua Tanggap Darurat Aceh Prioritaskan Hunian Sementara dan Tetap
2026-01-11 22:36:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:25
| 2026-01-11 22:20
| 2026-01-11 22:19
| 2026-01-11 22:03
| 2026-01-11 20:27










































