BALIKPAPAN, - Kinerja ekspor Kaltim mendapat dorongan baru dengan keberangkatan perdana 28 ton damar batu senilai 26 ribu USD ke Sri Lanka melalui Pelabuhan KKT Balikpapan, Kamis .Ekspor ini menjadi pasar baru bagi komoditas hasil hutan nonkayu dari Kaltim di tengah tren penurunan ekspor daerah tersebut sepanjang 2025.Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad, mengapresiasi PT Shifa Naghari Indonesia dan Export Center yang berhasil membuka akses ekspor baru bagi damar batu.“Ekspor damar batu ke Sri Lanka ini merupakan langkah strategis memperkuat struktur ekonomi Kaltim, khususnya di luar migas dan batu bara,” ujarnya.Baca juga: Ekspor Home Decor Bantul Dorong Pertumbuhan Ekspor NasionalUjang menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong diversifikasi ekspor agar pelaku usaha, termasuk UMKM, semakin terhubung dengan pasar global.“Ekspor ini menjadi sinyal kuat bahwa Kaltim punya potensi besar di luar komoditas tambang, dan pelaku usaha kita mampu memenuhi standar pasar internasional,” katanya.Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Kaltim pada September 2025 sebesar 1.678,36 juta USD, turun 8,23 persen dibanding Agustus 2025.Ekspor migas anjlok 16 persen, sementara ekspor nonmigas — didominasi batu bara — turun 7,70 persen menjadi 1.532 juta USD.Secara kumulatif Januari–September 2025, ekspor Kaltim mencapai 15.242 juta USD atau turun 14,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.Produk kimia masih mendominasi kelompok barang pada September, sementara ekspor lemak dan minyak hewani/nabati termasuk CPO jatuh hingga 57,74 persen.“Kaltim tetap mencatat surplus perdagangan meski turun 278,54 juta USD dibanding Agustus. Namun secara year-on-year, surplus masih meningkat 42,75 juta USD,” kata Ujang.Berbeda dari tren umum, ekspor pertanian justru naik signifikan.Pada September 2025, ekspor sektor ini mencapai 2,24 juta USD atau naik lebih dari 54 persen.Namun kontribusinya hanya 0,13 persen dari total ekspor Kaltim.Struktur ekspor Kaltim pada September 2025 masih didominasi nonmigas sebesar 91 persen, terdiri dari batu bara 74,84 persen dan industri pengolahan 16,32 persen.
(prf/ega)
Di Tengah Penurunan Ekspor, Kaltim Kirim Perdana 28 Ton Damar Batu ke Sri Lanka
2026-01-11 13:56:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:28
| 2026-01-11 12:50
| 2026-01-11 12:44
| 2026-01-11 12:41
| 2026-01-11 12:18










































