Eri Cahyadi Bakal Gelar Polling Terkait Sistem Parkir di Surabaya

2026-01-11 23:03:53
Eri Cahyadi Bakal Gelar Polling Terkait Sistem Parkir di Surabaya
SURABAYA, - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bakal melakukan uji coba dan meminta pendapat masyarakat melalui polling. Terkait penerapan sistem parkir digital, pada 2026 mendatang.Eri mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistem parkir digital maupun tunai di tempat usaha. Hal tersebut untuk melihat kecenderungan masyarakat dalam membayar.“Nanti dilihat, mana yang paling banyak, menggunakan bayar pakai uang atau non-tunai. Nah sehingga kita bisa evaluasi,” kata Eri, di Balai Kota Surabaya, Selasa .Kemudian, Eri akan akan meminta pendapat terkait sistem yang disukai masyarakat. Sedangkan, terkait teknis polling bisa melalui pesan dan tersebar di berbagai tempat usaha.Baca juga: Eri Cahyadi Imbau Warga Surabaya Rayakan Tahun Baru di Wilayah Sendiri“Kita bisa lewat WA (WhatsApp), nanti sama Kominfo. (Polling) bisa letakkan di tempat-tempat rumah makan-rumah makan, ketika mereka masuk harus polling,” sambung dia.Selanjutnya, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal mengumumkan hasil dari polling tersebut. Lalu, akan langsung menerapkan sesuai keinginan masyarakat.“Kalau ternyata itu sudah (selesai polling). Semua warga Surabaya mintanya non-tunai, (contohnya) ada 90 persen atau 80 persen, ya sudah kita jalan (sesuai hasilnya),” ucap dia.Eri mengungkapkan, mekanisme polling dilakukan dengan maksud agar masyarakat punya andil dalam kebijakan. Terutama untuk meminimalkan konflik terkait antara warga dengan juru parkir (jukir)."Jadi nanti saya ingin, mulai di tahun 2026 itu, ketika membangun Surabaya itu dimulai dari bawah (masyarakat). Bukan dari pemerintahnya, mau dijadikan apa Surabaya," tutup dia.Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya menangkap, sebanyak 112 jukir liar dalam dua pekan terakhir. Selanjutnya, pihaknya akan fokus penerapan dengan sistem digital.Baca juga: Eri Cahyadi Berantas Jukir Liar Surabaya: 112 Orang Ditindak, Parkir Non Tunai Siap HadirWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, ratusan jukir liar itu ditindak ketika tengah beroperasi. Terutama, di tempat usaha yang sudah membayar pajak parkir."Sebanyak 112 (jukir) Itu rata-rata (beroperasi) di (usaha yang sudah) pajak parkir. (Ditangkap) karena mereka bergerak di sana," Eri, ketika dikonfirmasi, Jumat lalu.Eri menyebut, penertiban jukir liar tersebut untuk menjaga transparansi pengelolaan lahan parkir. Di sisi lain, tindakan itu juga untuk melindungi pemilik usaha dari potensi kerugian.“Sudah banyak yang ditangkap Pak Kapolrestabes Surabaya (Kombes Pol Luthfie Sulistiawan), terutama yang di tempat pajak parkir,” sambung dia.“Saya sampaikan di tempat pajak parkir itu harus diselesaikan, agar tidak terjadi selisih pendapat antara yang punya lahan dengan yang mengelola lahannya,” tambah dia.Baca juga: Eri Cahyadi Rotasi 79 Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Surabaya, Kenapa?Lebih lanjut, kata Eri, pemilik usaha bisa langsung melapor ketika tempat parkirnya diisi oleh jukir yang tidak menggunakan atribut resmi atau tarif tidak sesuai dengan ketentuan.“Kalau tidak sesuai tarif, tidak pakai rompi, yang punya usaha jadi sepi, orang malas ke sana, terganggu.""Kalau yang punya usaha laporan, pasti Polrestabes akan melakukan tindakan," ucap dia.


(prf/ega)