TAIPEI, – Taiwan terus menekan Amerika Serikat agar mempercepat pengiriman jet tempur F-16V Block 70 yang telah dibelinya di tengah kekhawatiran keamanan di tengah meningkatnya tekanan militer China.Dorongan itu kembali menguat menyusul beredarnya foto-foto jet F-16V pesanan Taiwan yang terlihat menjalani uji darat di Amerika Serikat.Jet-jet tempur tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai 247,2 miliar (sekitar Rp 4.142 triliun) antara Taiwan dan Lockheed Martin untuk pembelian 66 unit F-16V Block 70 yang disetujui Washington pada 2019.Baca juga: Pakistan Jual Jet Tempur China ke Libya di Tengah Embargo Senjata oleh PBBPengiriman awal semula dijadwalkan dimulai pada 2023 dan rampung pada 2026. Namun hingga kini, belum satu pun pesawat dikirim ke Taiwan, meski jadwal terus bergeser.AFP / SAM YEH Jet tempur F-16 Viper buatan Amerika Serikat.Foto-foto yang beredar dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan setidaknya satu F-16V Block 70 dua kursi dengan nomor ekor 6831 tengah menjalani uji taksi dan pemeriksaan sistem di Bandara Internasional Greenville–Spartanburg, South Carolina.Gambar tersebut pertama kali diunggah oleh laman fotografi penerbangan berbasis di AS, Owen’s Aviation Photos, dengan keterangan “First sighting of the Taiwan F-16 Block 70”.Pesawat yang terlihat dalam foto telah dipasangi conformal fuel tanks, yaitu tangki bahan bakar eksternal yang menempel di sisi atas badan pesawat.Pilot uji di kursi depan tampak mengenakan helm HGU-55/P yang dilengkapi sistem bidik dan tampilan terpasang di helm (helmet-mounted display) Scorpion.Di bagian punggung pesawat juga terlihat pod dorsal panjang yang menampung antena peperangan elektronik dan komunikasi, ciri khas varian dua kursi.Angkatan Udara Taiwan pada Senin mengonfirmasi bahwa F-16V baru yang dibeli Taipei telah menyelesaikan uji taksi awal di AS dan tahapan evaluasi berikutnya berjalan sesuai rencana.Meski menyambut kemajuan tersebut, Angkatan Udara Taiwan menegaskan bahwa pihaknya terus mendesak AS dan Lockheed Martin untuk mempercepat produksi, seiring meningkatnya sorotan parlemen atas keterlambatan pengiriman.Kepala Staf Angkatan Udara Taiwan Lee Ching-jan mengatakan, pihaknya menggunakan “semua mekanisme pengawasan yang tersedia” untuk mendorong percepatan produksi dan pengujian, sambil memastikan pesawat memenuhi kebutuhan operasional.Lee menjelaskan bahwa keterlambatan disebabkan oleh pandemi Covid-19, gangguan rantai pasok global, serta tantangan integrasi teknik pada sistem digital pesawat yang kompleks.Menurut Lee, uji terbang F-16V Taiwan baru dapat dimulai setelah seluruh validasi darat diselesaikan. Ia juga memperingatkan bahwa mengirimkan seluruh 66 pesawat sesuai jadwal akan menghadapi “risiko yang sangat tinggi”.
(prf/ega)
Jet Tempur Belum Tiba, Taiwan Tekan AS Percepat Pengiriman F-16V
2026-01-10 09:59:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 08:46
| 2026-01-10 08:42
| 2026-01-10 07:49
| 2026-01-10 07:36










































