Menteri Ekraf Minta Masyarakat Manfaatkan Platform Digital untuk Perkuat Kreativitas Lokal

2026-01-12 06:49:54
Menteri Ekraf Minta Masyarakat Manfaatkan Platform Digital untuk Perkuat Kreativitas Lokal
Jakarta - Perubahan global mempercepat disrupsi digital, teknologi baru dan juga perubahan ekspektasi konsumen yang membentuk ulang industri dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Menteri Ekonomi Kreatif atau Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, mereka yang bisa memrediksi tren akan akan jadi pemimpin. Sementara, kata dia, yang menunda akan menjadi pengikut."Kita sudah lihat bagaimana Aura Farming dari perlombaan Pacu Jalur menjadi fenomena global dan viral di media sosial dan ditiru oleh selebriti internasional, atlet dan juga influencer. Ekspresi budaya spontan ini menarik perhatian global, meningkatkan liputan media internasional, dan secara signifikan meningkatkan jumlah pengunjung asing ke festival," ujar Riefky saat menjadi pembicara kunci di acara Tren Maker Summit 2025 di Bali, melalui keterangan tertulis, Kamis , melansir Antara.Advertisement"Hal ini menunjukkan bagaimana kreativitas lokal, ketika diperkuat oleh platform digital, dapat memperoleh relevansi global dan menciptakan dampak ekonomi yang besar bagi komunitas," sambung dia.Riefky menambahkan, fenomena Aura Farming menjadi kekuatan ekonomi kreatif Indonesia, di mana, keaslian budaya bertemu dengan visibilitas digital dan kreativitas menjadi kekuatan ekonomi.Menurut dia, Trend Maker Summit 2025 memainkan peran penting dalam memberikan wawasan untuk tahun 2026 dan menyoroti tren dan inovasi yang sedang berkembang di Indonesia."Summit ini lebih dari sekadar forum. Ini adalah komitmen terhadap inovasi dan masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Saya mengapresiasi Katadata dan OMG atas inisiatifnya menyelenggarakan acara Trend Maker Summit 2025," ucap dia."Ini penting karena bagaimana semua pihak termasuk Katadata, OMG, pemerintah, akademisi, kita semua punya semangat yang sama yaitu bagaimana Indonesian IP bisa go global," jelas Teuku Riefky. 


(prf/ega)