JAKARTA, - Tiga kabupaten/kota di Provinsi Aceh telah mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) yakni Aceh Tengah, Pidie, dan Gayo Lues.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampailan hal itu dalam konferensi pers bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Taufik pada siaran langsung YouTube BNPB Indonesia, Senin ."Dari rencana pembangunan huntara di Provinsi Aceh, kemarin kami sampaikan ada dua kabupaten yang udah mengusulkan dan membuat perencanaan yaitu Aceh Tengah dan Pidie. Per hari ini, bertambah satu kabupaten yaitu Gayo Lues," jelas Abdul.Abdul menambahkan, Gayo Lues sudah mengidentifikasi dan menambahkan satu daerah ditambah 13 titik di Desa Iyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya dan lahan PPA, Kecamatan Terangun.Dengan luas lahan lima hektar, lokasi huntara dua titik dimiliki Pemda, sementara 11 lainnya merupakan sitaan lahan milik masyarakat.Baca juga: Prabowo Titip Pesan Percepatanan Hunian Sementara dan Tetap Pasca Banjir"Tentu saja, ini akan kita tindaklanjuti untuk pengecekan ke lokasi dan kita akan pastikan status lahan clean and clear. Ini akan kita kaji detil dari aspek mitigasi bencana serupa di masa depan sekiranya ini memenuhi syarat dari sisi aspek mitigasi bencana tentu saja pembangunan huntara digali luas akan segera kita mulai," tutur dia.Lalu di Pidie, lokasi yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) berada di Gampang Blang Pandak, Kecamatan Tangse.Untuk di daerah tersebut, sebanyak 12 unit huntara akan dibangun. Lahan tersebut merupakan tanah desa dan pembiayaan BTT Kabupaten Pidie.Sementara di Aceh Tengah, ada 13 titik usulan yakni Kecamatan Linge (2 titik), Kecamatan Bintang (3 titik), Kecamatan Lut Tawar (2 titik), Kecamatan Kebayakan (3 titik), Kecamatan Ketol (2 titik), Kecamatan Runip (1 titik), dan kecamatan lainnya masih dalam pendataan dan analisa.Namun demikian, sejumlah usulan masih dalam radius rawan longsor. Sehingga, diperlukan kajian lanjutan untuk memastikan aspek keselamatan. Lokasi yang sepenuhnya aman saat ini masih dalam tahap pencarian dan pembahasan.Baca juga: Update Rumah Rusak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tembus 139.485 UnitAbdul menuturkan, hasil pencarian dan pertolongan di tiga kabupaten di Sumut, empat kabupaten di Sumbar, dan enam kabupaten di Aceh bertambah 14 jiwa per data 14 Desember, terdapat 1.016 jiwa menjadi 1.030 jiwa.Rinciannya, terdapat tambahan 7 jiwa korban meninggal di Aceh, 6 di Sumut, dan di Sumbar.Lalu, jumlah korban hilang berkurang, dari 212 nama per 14 Desember 2025, kini berkurang menjadi 206 nama.Sementara untuk pengungsi dalam periode yang sama, dari semula 624.600 pengungsi, saat ini berkurang menjadi 608.940 jiwa."Ini proporsi jumlah terbesar masih di Provinsi Aceh, sebanyak 572.862 jiwa," tandas Abdul.
(prf/ega)
3 Kabupaten/Kota di Aceh Usulkan Lokasi Huntara Pasca Bencana
2026-01-11 04:09:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:08
| 2026-01-11 02:03
| 2026-01-11 01:56










































