Misteri Terpecahkan, Pemanasan Korona Matahari Ternyata karena Gelombang Magnetik Ini

2026-01-10 09:48:55
Misteri Terpecahkan, Pemanasan Korona Matahari Ternyata karena Gelombang Magnetik Ini
- Setelah pencarian yang berlangsung sejak 1940-an, para ilmuwan akhirnya berhasil mengamati lilitan magnetik skala kecil di Matahari.Penemuan yang menggunakan teleskop Matahari paling kuat di dunia ini, diharapkan dapat memecahkan misteri yang telah lama membingungkan: mengapa atmosfer luar Matahari (korona) jauh lebih panas daripada permukaannya yang terlihat.Temuan yang didasarkan pada data dari Daniel K. Inouye Solar Telescope di Hawaii ini, menjadi bukti langsung pertama dari gerakan magnetik melilit yang sangat kecil, yang membawa energi gelombang plasma ke atmosfer luar Matahari.Baca juga: Setelah Terhalang Matahari, Komet Antarbintang 3I/ATLAS Kembali TerlihatGelombang ini dikenal sebagai gelombang torsional Alfvén.Gelombang Alfvén pertama kali diprediksi oleh pemenang Hadiah Nobel Swedia, Hannes Alfvén, pada tahun 1942.Gelombang ini adalah gangguan magnetik yang merambat melalui plasma—gas superpanas bermuatan listrik yang membentuk Matahari.Versi gelombang yang lebih besar sebelumnya sudah pernah terlihat, biasanya terkait dengan jilatan api Matahari (solar flares).Namun, gelombang melilit skala kecil yang selalu ada ini tetap sulit ditemukan—hingga sekarang.Richard Morton, seorang profesor teknik, fisika, dan matematika di Northumbria University di Inggris yang memimpin studi tersebut, menegaskan pentingnya penemuan ini."Penemuan ini mengakhiri pencarian berkepanjangan untuk gelombang-gelombang ini yang berawal pada tahun 1940-an," kata Richard Morton dalam sebuah pernyataan dikutip Space.com.Para ilmuwan telah lama menduga bahwa gelombang skala kecil ini secara terus-menerus membawa energi dari permukaan Matahari ke atmosfernya, memberi tenaga pada angin Matahari dan memanaskan korona hingga jutaan derajat Celsius.Korona jauh lebih panas daripada permukaan Matahari yang terlihat, yang suhunya sekitar 5.500 derajat Celsius.Untuk mencapai kesimpulan ini, tim Morton menggunakan data dari Teleskop Inouye, yang menghasilkan citra Matahari dengan resolusi tertinggi yang pernah ada.Teleskop berdiameter empat meter ini dapat mendeteksi pergeseran cahaya samar yang mengungkap bagaimana plasma bergerak melalui korona.Selama fase komisioning teleskop pada Oktober 2023, tim melacak atom besi yang dipanaskan hingga 1,6 juta derajat Celsius.


(prf/ega)