Pertanian Sumbang 14,35 Persen PDB Nasional, Mentan Dorong Ekspor

2026-01-11 03:57:34
Pertanian Sumbang 14,35 Persen PDB Nasional, Mentan Dorong Ekspor
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, pihaknya akan terus mendorong hilirisasi dan ekspor produk pertanian agar keuntungan yang dinikmati petani bisa lebih besar.Pernyataan ini disampaikan Amran menyusul rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan nilai produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian pada triwulan III-2025 meningkat menjadi Rp 869,4 triliun (harga berlaku) dari Rp 822,6 triliun pada triwulan II-2025.Sektor pertanian disebut menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi 14,35 persen terhadap PDB. “Kita dorong hilirisasi dan ekspor agar petani menikmati hasil yang lebih besar,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya, Kamis .Baca juga: Mentan Gandeng Polri Tindak Pengusaha Beras Tak Patuh HETSecara riil, sektor pertanian tumbuh 3,32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (q to q) dan 4,93 persen dibandingkan triwulan pada tahun sebelumnya (y on y) dengan pertumbuhan kumulatif 5,37 persen dibandingkan tahun lalu.Amran menuturkan, berdasarkan data yang dirilis BPS, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar kedua pada kenaikan PDB triwulan III-2025, menyusul industri pengolahan.Hal ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian di tengah situasi ekonomi global yang tidak pasti.Menurut Amran, capaian itu merupakan buah dari kebijakan pemerintah yang memperkuat ketahanan pangan dan menggenjot produktivitas pertanian.Sejumlah kebijakan itu antara lain, perbaikan irigasi, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga perluasan areal tanam.Sementara itu, sejumlah daerah menunjukkan peran mereka sebagai sentra pangan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, yakni Sulawesi 5,84 persen; Jawa 5,17 persen; dan Sumatra 4,90 persen.Di sisi lain, perdagangan luar negeri mencatat ekspor barang dan jasa meningkat 9,91 persen dibanding tahun lalu.Kenaikan ekspor ini dinilai sejalan dengan kebijakan hilirisasi pertanian komoditas ekspor seperti kopi, kelapa sawit, dan hasil hortikultura lainnya.Menurut Amran, data-data itu membuktikan sektor pertanian bisa menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat, alih-alih hanya menyediakan pasokan pangan. “Kita tidak boleh hanya berpikir menanam dan panen. Pertanian harus memberi nilai tambah,” kata Amran.Baca juga: Produksi Beras Naik, Mentan: Insya Allah Tahun Ini Tak Ada Impor


(prf/ega)