SPPG di Daerah Terpencil Masih Minim, BGN Targetkan 8.200 Dapur pada 2026

2026-01-12 04:33:56
SPPG di Daerah Terpencil Masih Minim, BGN Targetkan 8.200 Dapur pada 2026
BANDUNG, - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pembangunan 8.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) pada 2026.Kepala BGN Dadan Hidayana mengatakan, sampai pengujung tahun ini, jumlah SPPG di daerah 3T baru mencapai sekitar 190 unit."Kami rencanakan 8.200, tetapi yang mungkin baru akan selesai di akhir tahun ini sekitar 190-an," katanya usai rapat koordinasi penyelenggaraan program MBG di Jawa Barat yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu .Meski demikian, Dadan optimistis pembangunan SPPG di wilayah 3T dapat dipercepat.Baca juga: Zulhas: Kualitas Dapur MBG Kini Lebih Baik dari Dapur Pribadi SayaSalah satu pendukungnya adalah proses seleksi sumber daya manusia BGN yang kini tengah berjalan.Menurut dia, BGN telah memproses Tes Kemampuan Dasar Akademik (TGAT) sebagai salah satu tahapan seleksi PPPK dan CPNS BGN.Secara nasional, BGN menargetkan percepatan pendirian SPPG hingga akhir tahun mencapai 19.000 unit di seluruh Indonesia."Tahun depan kami ingin ada minimal 25.400 SPPG di daerah aglomerasi dan 8.200 di daerah terpencil sehingga total ada 32 sampai 33 ribu SPPG yang melayani 82,9 juta (siswa)," kata Dadan.Baca juga: MBG di Makassar Tunggu Putusan Pihak Sekolah, Untuk Ibu Hamil Tetap DijalankanSelain pembangunan dapur MBG, BGN juga mendorong percepatan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG, termasuk di Jawa Barat.Saat ini, dari 1.548 SPPG di Jawa Barat yang mengajukan SLHS, sekitar 900 dapur telah resmi mengantongi sertifikat tersebut."Tadi sudah ditekankan Pak Gubernur agar ada percepatan lagi," ujarnya.


(prf/ega)