Aceh Tamiang Butuh Banyak Alat Berat, 216 Desa Masih Tertimbun Lumpur

2026-01-11 03:34:52
Aceh Tamiang Butuh Banyak Alat Berat, 216 Desa Masih Tertimbun Lumpur
JAKARTA, - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta kiriman alat berat untuk mengeruk lumpur yang masih menimbun 216 desa di seluruh Aceh Tamiang.Ia menyebutkan, penanganan lumpur pascabencana banjir akhir November 2025 lalu, masih menjadi persoalan utama di wilayahnya, terutama di permukiman warga yang berada di pedesaan.“Sekarang ini masalahnya adalah di desa-desa, kami perlu alat berat yang banyak mungkin Bapak, karena kita mempunyai 216 desa semuanya sasarannya adalah lumpur,” ujar Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa .Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah MenyalaDia menjelaskan, percepatan pembersihan lumpur sangat penting agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal, baik di sektor ekonomi maupun pertanian.“Maka lumpur-lumpur ini apabila segera kita selesaikan dalam waktu mungkin satu bulan ini mungkin alhamdulillah masyarakat bisa agak aman dalam mereka menjalani suatu kegiatan-kegiatan, baik itu untuk perekonomian maupun pertanian,” kata Armia.Lebih lanjut, Armia menjelaskan bahwa dampak bencana juga sangat terasa di sektor pertanian.Ribuan hektar sawah di Aceh Tamiang tertimbun lumpur akibat banjir dan longsor yang terjadi.Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Tanya ke Menhut: Mau Diapakan Kayu Ini, Apa Diserahkan ke Kami?“Karena terus terang saja 8.000 hektar lebih sawah kami semua tertimbun lumpur,” ujar dia.Meski demikian, Armia menyebutkan bahwa sebagian petani tetap berupaya bertahan dengan menanam padi di lahan yang tertutup lumpur.“Tetapi ada petani yang nekat di atas lumpur tersebut dia pun tetap menanam padi. Kita melihat bagaimana hasilnya, insyaallah ini bisa kita upayakan,” kata Armia.


(prf/ega)