Korban Banjir Medan Marelan Merasa Tak Punya Harapan: Pak Prabowo Tolong Kami

2026-01-12 02:16:11
Korban Banjir Medan Marelan Merasa Tak Punya Harapan: Pak Prabowo Tolong Kami
MEDAN, – Medan Marelan menjadi salah satu kecamatan yang paling parah terdampak bencana banjir bandang. Ribuan warga harus mengungsi karena rumah mereka terendam bahkan tenggelam.Ita (40), warga yang kini mengungsi di Masjid At-Tarbiyah, Pasar IV, Lingkungan VIII, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, meminta pertolongan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menjelaskan kondisi rumahnya yang sudah rusak dan tidak dapat lagi ditempati.“Pak Prabowo, tolong perhatikan. Pak Prabowo, lihat rumah kami yang di Pasar IV ini, sudah entah kayak apa bentuknya,” ucap Ita saat ditemui di pengungsian, Sabtu .Baca juga: Banjir di Medan Marelan, Risma: Sejak Kamis Belum Bisa Hubungi Mamak dan Bapak“Barang-barang sudah entah seperti apa bentuknya, sudah terbalik-balik. Tolonglah perhatikan warga bapak ini. Bagaimana dengan rumah kami yang tenggelam?” ujar Ita yang tinggal di Gang Delima, Pasar IV Barat, Kelurahan Terjun.Tidak hanya Ita, Risma (37) juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta bantuan dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.“Pak Bobby, tolonglah kami, apa pun yang dikasih kami terima. Tapi ya, segeralah Pak, kami sangat-sangat butuh. Wali Kota juga, kami tolong dibantu, Pak,” kata Risma, warga Gang Manggis, Kelurahan Terjun.Rumah Risma tenggelam hingga hampir seluruh isinya hanyut. Ia menyebut tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Ia, suaminya, dan anak-anaknya hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh.Baca juga: Risma Kehilangan Rumah dan Barang Akibat Banjir Medan, Hanya Bisa Bawa Baju di Badan“Kami sudah enggak punya harapan lagi, cuma dari pemerintahlah kami minta tolong,” tuturnya.Penasihat Masjid At-Tarbiyah bermarga Butar-butar mengatakan, sekitar 700 warga sempat mengungsi di masjid tersebut. Sebagian sudah pulang, sedangkan sisanya tetap bertahan karena rumah mereka masih terendam.“Jadi, bantuan pemerintah belum ada. Ini semua dari swadaya masyarakat. Mudah-mudahan ada perhatian pemerintah, kita syukuti,” ucapnya.Medan Marelan dilanda banjir sejak Kamis malam dan kondisi itu berlangsung hingga Sabtu .Sebelumnya diberitakan, banjir di beberapa wilayah sudah surut, tetapi enam kecamatan masih tergenang, yakni Medan Helvetia, Medan Marelan, Medan Barat, Medan Deli, Medan Labuhan, dan Medan Belawan.“Kami mengevakuasi warga di titik yang cukup ekstrem banjirnya, terutama Helvetia, karena dampaknya cukup besar,” kata Rico Waas saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat .Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Medan Utara masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan komunikasi sehingga koordinasi penanganan terhambat.


(prf/ega)