JAKARTA, — Pada kuartal III-2025, daya beli masyarakat Indonesia menunjukkan tanda-tanda melambat, namun belum sampai pada level mengkhawatirkan.Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi tetap menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bagaimana sebenarnya kondisi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat saat ini, serta apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendongkrak dua aspek penting perekonomian tersebut? Baca juga: Ekonom Sebut Ekonomi RI Kuartal III 2025 Melambat, Indikasi Daya Beli Masyarakat Melemah?/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Ilustrasi salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan, Selasa .BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal III 2025, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan.Secara struktur, konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh PDB nasional.Konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.Pada kuartal II 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97 persen (yoy) dan menyumbang sekitar 54,25 persen terhadap PDB Indonesia.Baca juga: Pengusaha Dorong Pemerintah Percepat Belanja dan Perkuat Daya Beli di Kuartal IV 2025Kemudian, pada kuartal III 2025, BPS menyatakan perekonomian Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,14 persen.
(prf/ega)
PR Pemerintah: Dongkrak Daya Beli Masyarakat untuk Pertumbuhan Ekonomi
2026-01-12 06:21:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:59
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:09










































