Pramono Bantah Dugaan RS di Jakarta Tolak Warga Baduy Korban Begal: Saya Sudah Panggil Kepala Dinas

2026-01-12 06:57:35
Pramono Bantah Dugaan RS di Jakarta Tolak Warga Baduy Korban Begal: Saya Sudah Panggil Kepala Dinas
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal adanya penolakan pelayanan medis kepada seorang warga Baduy yang menjadi korban begal saat sedang berjualan madu dan aksesori di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Oktober 2025.Pramono memastikan informasi itu tidak benar setelah melakukan pengecekan langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.“Jadi untuk warga Baduy tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis .AdvertisementMenurut Pramono, laporan awal yang beredar di publik tidak sesuai dengan temuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia menjelaskan, ada hambatan komunikasi antara warga Baduy korban begal dan pihak rumah sakit.“Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, eh, mungkin bahasanya tidak ini sehingga ada hambatan itu. Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit,” jelasnya.Pramono bilang, pengecekan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. “Jadi sama sekali itu enggak benar, ya,” kata dia.Sebelumnya, seorang warga Baduy Dalam asal Desa Kanekes, Lebak, Banten, menjadi korban begal di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu lalu.Korban Repan, saat itu datang ke Jakarta untuk berjualan madu dan aksesoris khas adatnya, namun naas empat orang tak dikenal menyerang dan merampas barang berharga miliknya. 


(prf/ega)

Berita Lainnya