Kondisi Jalan Buruk, Warga di Wilayah Pedalaman Sumbawa Sulit Akses Layanan Kesehatan

2026-01-10 09:56:25
Kondisi Jalan Buruk, Warga di Wilayah Pedalaman Sumbawa Sulit Akses Layanan Kesehatan
SUMBAWA, - Warga Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa, NTB mengeluhkan buruknya kondisi jalan antar-wilayah yang menyulitkan akses pengobatan menuju puskesmas terdekat.Kondisi semakin parah saat musim penghujan tiba. Jalur tersebut berubah menjadi lumpur tebal, licin, dan berbatu, melewati sungai yang sulit dilalui kendaraan, termasuk mobil ambulans.Dalam video yang dibagikan di media sosial, warga harus bergotong-royong membantu sebuah ambulans desa yang terjebak lumpur.Baca juga: Jalan Kampung di Bantul Amblas 2 Kali, DPRD Minta Kajian Ulang, Pemkab Siapkan Dua OpsiKondisi ini semakin menegaskan bahwa akses jalan penghubung Desa Senawang dan Desa Sebeok berada dalam kondisi darurat yang sangat memprihatinkan.Ade Kantari Syaputra, warga setempat sekaligus Ketua BPD Senawang menegaskan bahwa persoalan jalan rusak ini sudah berlangsung puluhan tahun dan sangat berdampak pada pelayanan kesehatan.“Kalau sudah musim hujan, jalan akan sulit dilewati. Pasien yang butuh penanganan cepat sering terlambat dibawa ke puskesmas lantaran kondisi jalan yang sangat buruk,” kata Ade saat dikonfirmasi pada Selasa .Ia mengatakan bahwa kondisi buruknya jalan sangat membahayakan keselamatan warga, terutama saat terjadi situasi darurat medis seperti ibu melahirkan, kecelakaan, penyakit kronis, atau warga yang mengalami sakit berat.“Kami di Senawang seperti terisolasi setiap kali hujan. Ini bukan sekadar kenyamanan, tapi menyangkut nyawa warga kami,” ucap Ade.Baca juga: Jalan Rusak, Warga Pedalaman Sikka Tandu Pasien Tembus Malam 3 Km Selama 5 JamIa berharap, pemerintah Kabupaten Sumbawa segera turun tangan melakukan perbaikan darurat maupun jangka panjang untuk jalan yang mantap.Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan mendesak untuk menjamin pelayanan dasar masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pangan sehari-hari dapat terpenuhi.“Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi kami. Jalan ini tidak hanya rusak, tapi sudah membahayakan,” kata Ade.Ia juga meminta agar perbaikan jalan tidak dilakukan dengan cara yang selama ini terjadi, yaitu hanya meratakan atau menimbunnya dengan tanah.“Jangan lagi perbaiki hanya tambal sulam, karena cara itu justru akan membuat jalan kembali berlumpur saat hujan turun,” ujarnya.


(prf/ega)