Dua Titik Longsor di Gunung Salak Berhasil Ditembus, Akses Aceh Utara–Bener Meriah Mulai Terbuka

2026-01-11 03:47:13
Dua Titik Longsor di Gunung Salak Berhasil Ditembus, Akses Aceh Utara–Bener Meriah Mulai Terbuka
- Upaya pembukaan akses yang tertutup longsor di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, menunjukkan perkembangan signifikan. Dua titik longsor yang sebelumnya mengisolasi jalur vital penghubung Aceh Utara dan Bener Meriah kini berhasil ditembus tim di lapangan.Informasi tersebut disampaikan Kepala Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir SIP MPA, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Aceh, berdasarkan laporan Tim PUPR yang terus bekerja sejak masa tanggap darurat diberlakukan.“Tim PUPR di lapangan melaporkan bahwa dua titik longsor sudah berhasil ditembus. Ini kemajuan penting untuk mempercepat normalisasi akses di kawasan tersebut,” ujar Nasir melalui laporan yang diterima posko pada Senin dini hari.Baca juga: BPS: Inflasi November Stabil, Papua Tertinggi, Aceh DeflasiGunung Salak merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dengan Bener Meriah. Sejak bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh, jalur ini tertutup total akibat serangkaian longsor besar.Kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat dan mempersulit penyaluran logistik ke daerah terdampak.Saat ini, Tim PUPR Bener Meriah dan Tim PUPR Aceh terus melakukan pengerjaan tanpa henti, baik siang maupun malam. Prioritas utama adalah membuka seluruh titik yang masih tertutup demi pemulihan konektivitas dua wilayah tersebut.“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang terus berjuang untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Pemerintah Aceh berkomitmen melakukan percepatan pembukaan jalur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Nasir.Baca juga: Aceh Klarifikasi soal Surat “Tidak Mampu Tangani Bencana”, Tegaskan Hanya Syarat AdministratifANTARA FOTO/Syifa Yulinnas Sejumlah warga melintasi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Blang Meurandeh dan Desa Blang Puuk Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu . Pasca putusnya jembatan gantung diterjang banjir bandang pada Rabu warga membuat jembatan darurat dari tali jembatan tersebut untuk jalur alternatif.Selain pembukaan akses, Pemerintah Aceh juga melaporkan penyaluran bantuan darurat berupa 200 ton beras dari Bulog untuk wilayah terdampak banjir dan longsor.Bantuan tersebut telah mulai didistribusikan ke beberapa kabupaten/kota, dengan pembagian awal sebagai berikut:Sisa bantuan dari total 200 ton beras akan mulai disalurkan hari ini ke kabupaten/kota lainnya, disesuaikan dengan tingkat urgensi dan aksesibilitas wilayah.Baca juga: Bantuan Logistik Berhasil Masuk ke Pining Gayo Lues Usai Terisolir Akibat Banjir AcehBulog juga memastikan bahwa stok beras tambahan tersedia di setiap gudang dolog kabupaten/kota. Semua bantuan ini bersifat darurat dan di luar bantuan kemanusiaan lain yang juga terus mengalir ke lokasi-lokasi terdampak.Pos Komando turut merilis pembaruan terkait kondisi akses transportasi antarwilayah per 30 November 2025:Perkembangan akses ini menjadi penentu utama kelancaran distribusi logistik ke ribuan warga yang masih bertahan di hunian sementara maupun titik pengungsian.Dampak bencana Hidrometeorologi Aceh hingga 30 November 2025Baca juga: Iklim Bukan Satu-satunya Penyebab Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat, Ini Kata PakarBerdasarkan laporan Posko Terpadu Pemerintah Aceh, berikut data lengkap penanganan bencana hingga 30 November 2025 pukul 20.30 WIB:


(prf/ega)