Mengapa Manusia Punya Dua Lubang Hidung, Bukan Satu Lubang Besar?

2026-01-11 03:28:42
Mengapa Manusia Punya Dua Lubang Hidung, Bukan Satu Lubang Besar?
- Sekilas, dua lubang hidung tampak seperti detail kecil yang tak terlalu penting. Menutup satu lubang hidung pun tidak menimbulkan rasa “kehilangan” seperti saat menutup satu mata atau satu telinga. Padahal, secara ilmiah, keberadaan dua lubang hidung justru sangat krusial bagi cara kita bernapas, mencium bau, bahkan melawan infeksi.Lalu, mengapa manusia tidak berevolusi dengan satu lubang hidung besar seperti mulut? Jawabannya terletak pada mekanisme tubuh yang disebut nasal cycle atau siklus hidung.Berbeda dengan mata dan telinga yang bekerja bersamaan, dua lubang hidung justru tidak pernah menarik udara dalam jumlah yang sama pada waktu bersamaan. Sepanjang hari, salah satu lubang hidung akan menjadi “lebih dominan”, sementara yang lain bekerja lebih ringan. Beberapa jam kemudian, peran itu akan bertukar.Fenomena ini dikenal sebagai nasal cycle, dan terjadi tanpa kita sadari.“Yang tidak biasa bukanlah kita memiliki dua lubang hidung—karena kita juga punya dua mata dan dua telinga,” kata Ronald Eccles, profesor emeritus di Cardiff University dan pendiri Common Cold Centre. “Yang unik adalah aliran udara di lubang hidung bergantian dari satu sisi ke sisi lain. Ini mungkin memberi kesempatan satu sisi hidung untuk beristirahat.”Baca juga: Mengapa Ketika Menangis Hidung Akan Berair?Tubuh manusia sebenarnya “dirancang” untuk bernapas lewat hidung. Bernapas lewat mulut hanya dibutuhkan saat kondisi tertentu, seperti olahraga berat, gangguan pernapasan, atau ketika hidung tersumbat.Tidak seperti mulut, hidung memiliki fungsi penting untuk menyiapkan udara sebelum masuk ke paru-paru, antara lain:Jika udara dingin dan kering langsung masuk ke paru-paru, saluran napas bisa teriritasi, menyempit, dan memicu peradangan.Di sinilah dua lubang hidung berperan besar. Dengan sistem kerja bergantian, satu lubang hidung dapat “istirahat” dan memulihkan kelembapannya, sementara yang lain menangani sebagian besar aliran udara.Baca juga: Ternyata Tiap Lubang Hidung Punya Sensasi Penciuman BerbedaPenciuman sangat erat kaitannya dengan pernapasan. Saat kita menarik napas, molekul bau masuk ke hidung, larut dalam lendir, lalu menempel pada neuron penciuman yang mengirim sinyal ke otak.Karena aliran udara di tiap lubang hidung berbeda, cara masing-masing lubang hidung menangkap bau juga berbeda.Lubang hidung yang lebih tertutup memiliki aliran udara lebih lambat. Ini memberi waktu lebih lama bagi zat kimia yang sulit larut untuk terserap. Akibatnya, bau tertentu justru tercium lebih kuat dari sisi ini.Lubang hidung yang lebih terbuka memiliki aliran udara lebih cepat. Ini lebih efektif mendeteksi zat kimia yang mudah larut dan cepat menyebar ke jaringan penciuman.“Bau yang Anda rasakan bukanlah satu sensasi tunggal yang tumpul,” jelas Thomas Hummel, kepala Interdisciplinary Centre for Smell and Taste di Dresden University of Technology.“Anda merasakan zat kimia secara berbeda karena cara penyerapannya juga berbeda.”


(prf/ega)