- Warren Buffett, investor legendaris yang dijuluki Oracle of Omaha, membangun fondasi kekayaannya bukan hanya dari kecerdasan berinvestasi, tetapi juga dari kebiasaan finansial sederhana yang sangat disiplin.Meski kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Buffett tetap hidup hemat—tinggal di rumah sederhana, menghindari gaya hidup mewah, dan selalu menempatkan logika di atas keinginan impulsif.Prinsip-prinsip keuangan Buffett terbukti lintas zaman dan bisa diterapkan oleh siapa saja, termasuk keluarga kelas menengah di Indonesia. Kesalahan-kesalahan kecil dalam pengelolaan uang dapat menggerogoti kesejahteraan dalam jangka panjang, terutama jika dilakukan terus menerus tanpa disadari.Dengan memahami pemikiran Buffett, kita bisa melihat jebakan finansial yang paling sering menghancurkan peluang membangun kekayaan.Baca juga: 10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Sulit KayaSimak lima kesalahan fatal kelas menengah yang menurut Buffett dapat menghancurkan kemampuan kita untuk menabung, berinvestasi, dan memperkuat keuangan keluarga, seperti dikutip dari New Trader U1. Menumpuk Utang Kartu Kredit Berbunga TinggiBuffett sangat tegas soal utang berbunga tinggi, dengan peringatan kerasnya:“Jika saya meminjam uang dengan bunga 18 persen atau 20 persen, saya pasti bangkrut.”Ini bukanlah hiperbola dari seseorang yang tidak pernah butuh berutang. Ini adalah kenyataan matematis yang berlaku untuk semua orang, tanpa memandang tingkat kekayaan.Utang kartu kredit adalah salah satu penghancur kekayaan paling berbahaya yang kerap dihadapi keluarga kelas menengah. Masalah utama adalah tidak ada strategi investasi yang dapat secara konsisten mengalahkan kerugian akibat bunga dua digit. Ketika Anda membayar bunga 18 persen atau lebih, Anda seperti berlari di treadmill keuangan—setiap rupiah yang hilang untuk membayar bunga adalah rupiah yang tidak bisa diinvestasikan untuk masa depan.Efek bunga berbunga bekerja sebaliknya pada utang kartu kredit. Jika investasi membuat kekayaan tumbuh melalui compounding, utang kartu kredit justru menghancurkan kekayaan pada kecepatan yang makin meningkat. Bahkan saldo kecil pun dapat menjadi hambatan besar karena bunga menumpuk setiap bulan. Pendekatan Buffett menekankan bahwa prioritas utama adalah menghilangkan utang berbunga tinggi sebelum mengejar tujuan finansial lainnya.2. Membeli Mobil Baru yang Cepat Turun HargaBuffett terkenal bertahun-tahun mengemudikan mobil sederhana, karena ia memahami bahwa mobil adalah aset yang menyusut nilainya begitu keluar dari dealer. Menurutnya, transportasi hanyalah alat untuk berpindah dari titik A ke B, bukan simbol status atau ajang mengikuti fitur terbaru.Matematika keuangan di balik pembelian mobil baru sangat merugikan. Mobil baru bisa kehilangan sebagian besar nilainya hanya dalam setahun. Penyusutan instan ini adalah salah satu cara tercepat menghancurkan kekayaan—sesuatu yang sering dilakukan keluarga kelas menengah tanpa menyadari dampaknya.Kerugian itu bukan hanya dari nilai mobil yang turun. Ketika keluarga kelas menengah menghabiskan puluhan juta atau ratusan juta untuk mobil baru, mereka juga kehilangan kesempatan menginvestasikan uang itu pada aset yang nilainya naik.Perbedaan biaya antara mobil bekas yang andal dan mobil baru dapat mencapai puluhan juta rupiah—yang jika diinvestasikan selama puluhan tahun, dapat tumbuh sangat besar berkat efek compounding. Buffett menyarankan memilih kendaraan yang fungsional dan andal tanpa biaya tambahan hanya untuk menjadi pemilik pertama.
(prf/ega)
Menurut Warren Buffett, Ini 5 Kesalahan Finansial yang Bikin Kelas Menengah Sulit Kaya
2026-01-11 04:00:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:57
| 2026-01-11 03:40
| 2026-01-11 03:27
| 2026-01-11 03:15










































