Banyak Guru Ngekos dan Tinggal di Luar Kota, SMKN 1 Purworejo Keberatan Sekolah 6 Hari

2026-01-11 15:17:55
Banyak Guru Ngekos dan Tinggal di Luar Kota, SMKN 1 Purworejo Keberatan Sekolah 6 Hari
PURWOREJO, — Wacana penerapan enam hari sekolah di SMK Negeri 1 Purworejo menuai kritik dari tenaga pendidik.Para guru di sekolah ini mengkhawatirkan beban tambahan yang akan mereka hadapi, terutama karena banyak di antara mereka berasal dari luar daerah dan harus menjalani aktivitas kos atau perjalanan jauh setiap hari.Kepala SMK Negeri 1 Purworejo, Purwanti, menyatakan bahwa kondisi geografis dan status kepegawaian guru menjadi pertimbangan utama sekolah untuk tetap mempertahankan sistem lima hari sekolah di tengah isu penerapan enam hari sekolah.Baca juga: Setuju Sekolah 6 Hari, Wabup Kendal: Meminimalisir Pelajar Tawuran dan Nongkrong“Banyak guru kami yang kos dan banyak juga yang pelajon (pulang pergi dari rumah). Ada yang dari Semarang, Kebumen, Magelang, sampai Yogyakarta,” ujar Purwanti pada Rabu .Ia menjelaskan bahwa beberapa guru harus menempuh jarak pulang-pergi yang cukup jauh setiap harinya, bahkan ada yang mencapai lebih dari 100 kilometer.Hal ini mengakibatkan mereka harus mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya transportasi yang tidak sedikit.“Kalau harus enam hari sekolah, jelas bebannya bertambah. Bukan hanya soal biaya, tapi juga tenaga dan waktu bersama keluarga yang berkurang,” kata Purwanti.Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah memberikan ruang jeda yang lebih manusiawi bagi guru untuk memulihkan energi dan menjaga keharmonisan keluarga.Baca juga: Siswa SMK di Pati Pilih Masuk Sekolah 6 Hari: Fokus Praktik, Pulang Tidak Kesorean"Setidaknya hari Sabtu dan Minggu masih bisa dimanfaatkan untuk keluarga. Kalau enam hari, kasihan, quality time-nya hampir tidak ada,” pungkasnya.Senada dengan hal tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo juga menilai bahwa penerapan lima hari sekolah lebih manusiawi dan berdampak positif bagi tumbuh kembang peserta didik maupun guru.Salah satu manfaat utamanya adalah anak memiliki waktu lebih banyak untuk berkumpul dan berinteraksi dengan keluarga, serta kesejahteraan guru terkait waktu libur yang terpenuhi.Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, menegaskan bahwa sekolah tidak seharusnya menjadi satu-satunya pusat pendidikan dan pengasuhan anak.Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa.Baca juga: Sekolah 6 Hari Dinilai Lebih Ideal: Beban Siswa Lebih Ringan, Guru Dapat Libur Layak“Dengan lima hari sekolah, anak-anak punya kesempatan lebih banyak bersama keluarga. Mereka bisa lebih dekat dengan orang tua, mengenal lingkungan, dan belajar bersosialisasi di masyarakat,” ujar Irianto.Ia menambahkan bahwa selama ini, sebagian orang tua cenderung menyerahkan pengawasan anak sepenuhnya kepada guru karena kesibukan pekerjaan.Padahal, pendidikan karakter seharusnya juga diperkuat di lingkungan keluarga. “Kalau anak terus ada di sekolah enam hari, secara tidak langsung beban pengawasan jadi sepenuhnya ke guru. Padahal, orang tua juga punya tanggung jawab besar dalam mendidik anak,” jelasnya.


(prf/ega)