Cegah Perbuatan Mesum di Teras Cihampelas, Satpol PP Bandung Optimalkan Patroli

2026-01-11 15:29:15
Cegah Perbuatan Mesum di Teras Cihampelas, Satpol PP Bandung Optimalkan Patroli
BANDUNG,  - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Bambang Sukardi menyampaikan, Satpol PP Kota Bandung maupun kewilayahan akan meningkatkan patroli di Teras Cihampelas untuk meminimalkan kegiatan negatif yang dilakukan masyarakat, termasuk perbuatan mesum di sana. "Ke depan patroli harus lebih dioptimalkan, baik dari sisi waktu maupun pola pengawasan. Mengingat panjang dan luas kawasan tersebut cukup besar, maka petugas tidak bisa hanya ditempatkan di satu titik. Perlu dilakukan plotting petugas, mulai dari bagian tengah, ujung barat, hingga ujung timur kawasan," kata Bambang di Balai Kota Bandung, Rabu .Baca juga: Pakai APBD, Farhan Upayakan Teras Cihampelas Dibongkar Tahun DepanIa menanggapi beredarnya video di media sosial mengenai muda-mudi yang diduga berbuat mesum di Teras Cihampelas pada siang atau sore hari. Bambang menyatakan bahwa Satpol PP sudah melakukan penjagaan Teras Cihampelas selama 24 jam yang dibagi dalam tiga shift.Dalam rentang waktu tertentu, petugas juga berkeliling menyisir lokasi. "Yang jelas, kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi saya selaku Kasatpol PP untuk melakukan pembinaan kepada petugas lapangan," ucap dia.Sejauh ini, pihaknya belum menerima aduan terkait perbuatan mesum tersebut. Bambang juga tidak mengetahui kebenaran terkait video itu, seperti kapan perbuatan mesum dalam video itu terjadi.Baca juga: Dukung Bongkar Teras Cihampelas, Dedi Mulyadi: Besi-besi Halangi Pandangan, Estetika RusakKendati demikian, jika perbuatan mesum pemuda-pemudi itu benar adanya, ia tak mau disebut kecolongan.Sebab, menurut dia, Satpol PP telah berjaga dan memang area teras Cihampelas ini terbilang panjang. "Kalau disebut kecolongan seperti yang tadi saya sampaikan, perlu dipahami bahwa Teras Cihampelas itu areanya memanjang dan memiliki sembilan pintu akses. Setelah pukul 22.00 WIB, pintu-pintu tersebut sebenarnya sudah ditutup, sehingga hanya tersisa satu pintu akses yang bisa dilalui," kata Bambang."Orang yang berniat melakukan perbuatan tidak pantas biasanya memang sudah merencanakan dan mencuri kesempatan. Hal-hal seperti ini tentu menjadi bahan evaluasi, bukan hanya bagi Satpol PP, tetapi juga bagi seluruh pihak terkait," kata dia. 


(prf/ega)