Menguak Asal-usul SMPN 2 Bogor, Sekolah Menengah Tertua Warisan Kolonial

2026-01-10 09:53:55
Menguak Asal-usul SMPN 2 Bogor, Sekolah Menengah Tertua Warisan Kolonial
BOGOR, – Di tengah padatnya Jalan Pengadilan, Bogor Tengah, berdiri sebuah bangunan tua bercat hijau-putih yang menjadi saksi sejarah perjalanan panjang pendidikan di Kota Bogor.Bangunan bersejarah itu kini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bogor.Banyak warga mengira gedung berusia lebih dari satu abad itu dulunya adalah Holland Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi kalangan bangsawan pribumi pada masa kolonial.Baca juga: Tapak Tilas SMPN 2 Bogor, Sekolah Peninggalan Kolonial yang Jadi Cagar Budaya Namun, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor Taufik Hassunna menyampaikan bahwa anggapan itu keliru.Justru, SMPN 2 Bogor saat ini merupakan bagian dari jejak MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), setingkat sekolah menengah pertama, yang dibangun sebagai sistem pendidikan untuk semua kalangan pada era Hindia Belanda.“Itu keliru. Holland Inlandsche School itu SD Pengadilan 1. Kalau Holland Europe School itu SD Pengadilan 2. Jadi itu berdampingan. Di sebelahnya lagi MULO. MULO itu SMP 2 sekarang,” ujar Taufik, Senin .Hafizh Wahyu Darmawan Lorong kelas SMPN 2 Bogor Taufik menambahkan, kompleks pendidikan kolonial di kawasan itu terdiri dari tiga institusi yang berdampingan, yakni HIS (kini SD Pengadilan 1), HCS/Europeesche School (SD Pengadilan 2), dan MULO (SMPN 2).Ketiganya membentuk satu blok kawasan pendidikan penting pada masa Hindia Belanda.Berbeda dengan HIS yang diperuntukkan bagi bangsawan pribumi, MULO memberi kesempatan lebih luas bagi murid dari berbagai latar belakang.“Kalau MULO itu bisa juga dari kalangan pribumi. Jadi memang semua lintas ras bisa masuk ke situ. Itu kan sebetulnya produk kebijakan ETS Belanda untuk membuka ruang, membuka kesempatan kepada pribumi dan kelompok lain untuk juga mempunyai akses ke pendidikan," jelas Taufik.Taufik menjelaskan, kekeliruan pemahaman sejarah tidak hanya terjadi di masyarakat umum, tetapi juga di institusi pendidikan.“Kalau melihat di beberapa sejarah di SMPN 1 (Bogor) misalnya. Mereka bilang bahwa asal dari MULO itu salah sebetulnya. MULO itu SMPN 2. SMPN 1 itu Meisje Mulo School, jadi MULO tapi khusus perempuan," kata dia.Baca juga: Ketika Becak Tak Lagi Raja Jalanan, tapi Penjaga Tradisi Kota BogorDengan demikian, SMPN 2 Bogor memegang peran sebagai lokasi MULO umum, sedangkan SMPN 1 Bogor adalah sekolah MULO khusus perempuan.Keduanya berdiri pada masa yang sama sebagai bagian dari struktur pendidikan kolonial.Tak hanya bangunan fisik, penamaan ruang kota juga mencerminkan jejak sejarah tersebut.Hafizh Wahyu Darmawan Bangunan SMPN 2 Bogor yang menjadi salah satu cagar budaya kota Bogor “Untuk mengidentifikasi bahwa itu benar nama di depan jalan pada zaman kolonial itu, depan SMPN 2 itu Mulo Strat," jelas dia.Bekas nama jalan itu menjadi bukti kuat bahwa kawasan SMPN 2 bukan HIS, melainkan pusat pendidikan setingkat menengah pada masa kolonial.Yang menarik, penetapan SMPN 2 Bogor sebagai cagar budaya ternyata dilakukan sebelum TACB Kota Bogor terbentuk sehingga prosesnya berbeda dari standar pengkajian saat ini.“SMPN 2 itu kebetulan memang ditetapkan ketika TACB itu belum terbentuk. Sehingga mekanisme waktu penetapannya itu adalah pakai undang-undang lama. Jadi cukup hanya dari keputusan menteri selesai," ujarnya.


(prf/ega)