BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menandatangani nota kerjasama dengan penemu Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos), Muhammad Ikhlas Thamrin, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Sabtu .Kerjasama tersebut bertujuan mengembangkan bahan bakar nabati berbasis jerami agar bisa masuk ke tahap produksi."Kita sudah tanda tangan MoU. MoU-nya sudah ditanda tangan antara saya dengan bosnya, Bobibos," ujar Dedi dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu .Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan, produksi perdana bahan bakar nabati tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat.Baca juga: Klaim Bobibos: Minat Investasi Melonjak, Banyak Pelaku Usaha Antusias BergabungRencananya akan dilakukan uji coba di lingkungan Lembur Pakuan terlebih dahulu."Nanti ke depannya adalah hal-hal yang bersifat teknisnya. Jadi minggu depan kita panen. Maka jeraminya akan segera dibuat produksi untuk bahan bakar nabati dan konsumsinya hanya untuk uji coba di lingkungan Lembur Pakuan dulu," katanya.Menurut Dedi, penggunaan bahan bakar nabati selain ramah bagi lingkungan, diyakini juga dapat mengurangi beban subsidi pemerintah untuk penyediaan BBM.Ia menargetkan, bila uji coba di Lembur Pakuan berjalan baik, ke depannya akan diterapkan di seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Baca juga: Ekspor Perdana Sepatu dari Majalengka Dimulai, Dedi Mulyadi Genjot Akses ke Patimban"Minimal seluruh jajaran pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan menggunakan bahan bakar nabati sehingga APBD-nya efisien. APBD-nya efisien, subsidi negaranya terkurangi karena subsidi BBM sama tinggi," tuturnya.Selain mengurangi beban subsidi energi, Dedi menilai inovasi ini berpotensi membawa dampak ekonomi bagi petani.Limbah jerami yang selama ini tidak bernilai bisa menjadi komoditas baru. Sebab, menurutnya, petani nantinya tidak hanya menjual padi. Namun juga bisa menjual jerami.Baca juga: BUMD Jabar Teken Kerja Sama dengan 5 Mitra, Dedi Mulyadi: Dibuat Nyaman Investor Ini..."Dan kemudian alamnya terjaga. Kemudian petaninya sugih mukti. Kenapa? Karena nanti petani bukan hanya jual padi, nanti jual jerami. Pokoknya jerami diolah, negara pun berkah," pungkasnya.
(prf/ega)
Dedi Mulyadi Teken MoU dengan Bobibos, Kembangkan Bahan Bakar Berbasis Jerami
2026-01-11 03:37:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:28
| 2026-01-11 03:16
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 02:43
| 2026-01-11 02:20










































