Istana: Presiden Prabowo akan Umumkan 10 Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025, Termasuk Soeharto

2026-01-11 03:40:43
Istana: Presiden Prabowo akan Umumkan 10 Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025, Termasuk Soeharto
- Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan sepuluh nama Pahlawan Nasional pada upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin .Salah satu nama yang dipastikan masuk dalam daftar tersebut adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.Informasi itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah menghadiri rapat finalisasi penetapan gelar di kediaman Presiden Prabowo di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.Penetapan ini dilakukan setelah melalui sejumlah tahapan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan DPR dan MPR.Baca juga: Panduan Pengibaran Bendera dan Waktu Mengheningkan Cipta pada Hari Pahlawan 2025Dilansir dari Antara, Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan mengenai sepuluh nama pahlawan nasional sudah melalui proses finalisasi dalam rapat terbatas yang dihadiri sejumlah pejabat negara.Rapat tersebut juga diikuti oleh Menteri Kebudayaan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon."Kurang lebih 10 nama. Ya masuk, masuk (nama Soeharto)," ujar Prasetyo kepada wartawan.Menurutnya, Presiden Prabowo menerima masukan langsung dari Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR sebelum menetapkan keputusan akhir.Baca juga: Susunan Upacara Hari Pahlawan 2025 Sesuai Panduan PemerintahPrabowo disebut menugaskan sejumlah pihak untuk berkomunikasi dengan berbagai tokoh dan memperoleh pandangan dari banyak kalangan agar keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi nasional.“Tadi juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR, karena memang cara bekerja beliau, beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh Bapak Presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan,” ujar Prasetyo.Prasetyo menegaskan, penetapan nama-nama pahlawan nasional merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap jasa besar para tokoh bangsa yang telah berkontribusi bagi Indonesia."Sekali lagi, sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," ucapnya.Ia menyebut bahwa penghargaan tersebut juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan keteladanan dari para pemimpin terdahulu.Sebelumnya, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf juga menyampaikan bahwa Presiden ke-2 RI HM Soeharto, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh buruh Marsinah, dinilai layak memperoleh gelar Pahlawan Nasional tahun ini.“Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat hingga Syaikhona Kholil juga memenuhi syarat,” kata Syaifullah di Jakarta, Minggu.


(prf/ega)