FLORES TIMUR, - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari level IV awas ke level III siaga pada Senin .Keputusan tersebut berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki selama periode pengamatan 1 Desember hingga 7 Desember 2025.Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, selama periode ini aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.Baca juga: Puncak Gunung Lewotobi Dilanda Hujan Deras, Pos Pengamat Rekam Ada Getaran Banjir"Data visual mencatat berkurangnya intensitas aktivitas permukaan," ujar Lana dalam keterangannya, Senin.Masih kata Lana, gempa guguran yang masih fluktuatif lebih menunjukkan proses penyesuaian material pada lereng yang menuju kestabilan.Baca juga: Gunung Lewotobi 3 Kali Muntahkan Banjir Lahar, Durasi Lebih dari 50 MenitKemudian, gempa embusan mengalami sedikit peningkatan, namun kondisi ini menunjukkan adanya pelepasan tekanan gas dari lapisan dangkal, bukan tanda eskalasi menuju erupsi.Gempa tremor non-harmonik mengalami penurunan yang cukup signifikan, menunjukkan suplai magma yang sebelumnya aktif kini lebih banyak mengisi rekahan di kedalaman dangkal dengan laju yang melambat."Gempa tremor harmonik dan gempa low frequency memang meningkat, tetapi aktivitas ini menggambarkan pergerakan fluida pada kedalaman, bukan migrasi magma yang kuat ke arah permukaan," terangnya.Lana menjelaskan, tidak terekamnya gempa vulkanik dangkal juga memperkuat gambaran bahwa tidak ada tekanan signifikan pada zona dangkal yang biasanya memicu erupsi.Gempa vulkanik dalam mengalami penurunan cukup signifikan dalam dua minggu terakhir, namun tidak diikuti pelepasan energi selama tiga pekan terakhir.Lana berpandangan, hal ini berbeda dengan pola sebelumnya yang biasanya segera setelah peningkatan dengan rentang waktu yang singkat memicu terjadinya erupsi.Kondisi ini mengindikasikan bahwa adanya hambatan pada conduit maupun berkurangnya suplai magma baru.Aktivitas tektonik lokal dan tektonik jauh juga masih fluktuatif, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik.Di sisi lain, data deformasi dari tiltmeter dan GNSS menunjukkan tren penurunan sejak Oktober hingga awal Desember 2025, menandakan tidak adanya tekanan magmatik baru di dalam tubuh gunung.Lana menambahkan, secara keseluruhan, parameter visual, seismik, dan deformasi menggambarkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki berada dalam fase penurunan jangka pendek.Tidak terlihat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu erupsi besar dalam waktu dekat.Namun, perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan."Berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki diturunkan dari level IV awas menjadi level III siaga," tandasnya.
(prf/ega)
Status Gunung Lewotobi Turun dari Level Awas ke Siaga
2026-01-11 23:49:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:44
| 2026-01-11 22:19
| 2026-01-11 22:16
| 2026-01-11 22:07
| 2026-01-11 21:25










































