Perjalanan Bisnis Netflix: dari Sewa DVD ke Akuisisi Pesaingnya

2026-01-12 03:53:53
Perjalanan Bisnis Netflix: dari Sewa DVD ke Akuisisi Pesaingnya
JAKARTA, - Di akhir 2025, platform streaming Netflix kembali mencetak babak baru dalam sejarah industri hiburan global.Setelah lebih dari dua dekade berevolusi dari layanan sewa DVD lewat pos menjadi raksasa streaming dengan lebih dari 300 juta pelanggan berbayar di lebih dari 190 negara, Netflix  kini menyepakati akuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros Discovery, termasuk HBO dan layanan streaming Max, dalam transaksi bernilai puluhan miliar dollar AS.Perjalanan menuju langkah besar tersebut memperlihatkan bagaimana Netflix berulang kali mengubah model bisnisnya, merespons teknologi baru, sekaligus menghadapi kompetisi dan tekanan regulasi yang terus berkembang.Baca juga: Netflix Caplok Bisnis Streaming Warner Bros, Akhir “Perang Streaming”?Netflix didirikan pada 29 Agustus 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph di Scotts Valley, California, Amerika Serikat (AS).Pada masa awal, Netflix bukan perusahaan layanan streaming, melainkan layanan penyewaan dan penjualan DVD lewat internet, sebuah gagasan yang saat itu memanfaatkan format DVD yang baru saja diperkenalkan di AS.Netflix diluncurkan dengan sekitar 30 karyawan dan kurang dari 1.000 judul DVD, namun langsung memanfaatkan keunggulan model daring. Katalog bisa diperluas tanpa batasan ruang fisik seperti toko video tradisional.Pada awal operasinya, Netflix menggunakan model bayar per sewa.Baca juga: Trump Ikut Tentukan Nasib Merger Netflix–Warner BrothersNamun pada 1999, perusahaan memperkenalkan konsep berlangganan bulanan (subscription) tanpa tanggal jatuh tempo pengembalian, tanpa denda keterlambatan, dan tanpa biaya pengiriman tambahan.Model bayar per sewa lalu dihentikan pada awal 2000 supaya fokus penuh pada langganan.


(prf/ega)