Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal di Jayapura

2026-01-11 22:52:12
Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal di Jayapura
JAYAPURA, - Seorang ibu hamil asal Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, bernama Irene Sokoy dilaporkan meninggal dunia dengan bayi dalam kandungan akibat ditolak sejumlah rumah sakit saat akan melahirkan pada Selasa .Dari keterangan keluarga, Irene dibawa oleh keluarga sekitar pukul 03.00 pagi dari Kampung Kensio dengan speedboat menuju RS Yowari untuk melahirkan.Namun, saat tiba di RS Yowari tidak dapat dilayani dengan alasan berat bayi dalam kandungan mencapai 4 kilogram sehingga harus menjalani operasi. Irene pun dirujuk ke RSUD Abepura.Baca juga: Sekda Yalimo: Fasilitas Umum di Jalan Trans Wamena-Jayapura Jangan DigangguNamun, saat keluarga tiba di RSUD Abepura, korban tak dilayani dan dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan. Tapi lagi-lagi Irene tak dilayani dan kembali dirujuk ke RS Bhayangkara.Saat sampai di RS Bhayangkara, pihak rumah sakit meminta keluarga menyediakan uang sebesar Rp 8 juta untuk biaya operasi persalinan. Namun, karena tak memiliki dana sebesar itu, keluarga pun membawa Irene ke RSUD Jayapura.Baca juga: Gubernur Papua Bertemu AHY, Kemenko IPK Pastikan Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena Diaspal 2026Saat dalam perjalanan ke RSUD Jayapura, Irene meninggal bersama bayi dalam kandungan.Menyikapi kejadian ini, Wakil Bupati Jayapura, Harris Richard Yocku, menyampaikan duka cita atas meninggalnya ibu dan bayi itu."Terkait ibu dan anak yang meninggal kami sampaikan belasungkawa buat keluarga tetap diberikan kekuatan," katanya di Sentani pada Kamis .Wakil Bupati menyebut, saat ini pihaknya berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan di RSUD Yowari."Komitmen saya dan Pak Bupati adalah terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan pelayanan di RSUD Yowari agar lebih baik," ujarnya."Saya percaya tenaga medis sudah melakukan yang terbaik. Hanya mungkin musibah itu memang harus terjadi bahwa ibu dan bayi meninggal," imbuhnya.Sementara itu, Gubernur Papua Mathius Fakhiri mengaku geram dengan penolakan pasien oleh rumah sakit.Gubernur menegaskan bahwa seluruh rumah sakit maupun puskesmas yang berada di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua tak boleh menolak pasien dengan alasan apa pun."Sekali lagi saya ingatkan kepada seluruh rumah sakit, puskesmas dan tenaga medis dilarang menolak pasien dengan alasan apa pun, termasuk yang gawat darurat," katanya di Kota Jayapura pada Kamis sore.Mantan Kapolda Papua ini menegaskan akan mencopot tenaga medis yang menolak pasien."Saya sampaikan jangan tolak pasien yang datang untuk berobat. Jika masih ada yang tolak maka saya pastikan akan copot," tegasnya.


(prf/ega)