JAKARTA, - Seiring meningkatnya kualitas dan dinamika penduduk, Indonesia dinilai menghadapi tantangan demografi baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, setidaknya terdapat empat tantangan utama kependudukan yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan. Tantangan pertama adalah meningkatnya pendapatan per kapita yang diiringi dengan membesarnya kelas menengah. Menurut Suahasil, kondisi tersebut akan mendorong kenaikan aspirasi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan politik. “Kita tahu bahwa meningkatnya kelas menengah selalu berjalan sejajar dengan meningkatnya aspirasi. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi berikutnya. Ini sesuatu yang harus kita kelola dengan serius,” ujar Suahasil dalam forum United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue di Jakarta, Selasa . Baca juga: Wamendag: Bonus Demografi Jadi Modal Emas, Pendidikan dan Kesehatan Prioritas Pemerintah Prabowo Suahasil menjelaskan, bahwa tantangan kedua berkaitan dengan laju urbanisasi yang semakin tinggi. Suahasil memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan dalam 20 hingga 25 tahun mendatang. Perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi antara masyarakat kota dan desa dinilai akan semakin tajam jika tidak diantisipasi dengan perencanaan pembangunan yang inklusif. Selanjutnya, Indonesia juga akan menghadapi fenomena aging population atau penuaan penduduk. Meningkatnya usia harapan hidup akan mengubah struktur demografi nasional, dengan dominasi penduduk lanjut usia. Dalam hal ini, Suahasil menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend agar usia lanjut tetap produktif dan berkontribusi pada perekonomian. Baca juga: Penasihat Presiden Prabowo: Bonus Demografi Bisa Jadi Motor Pembangunan, Tapi Juga Ancaman bagi Indonesia Tantangan keempat adalah rendahnya partisipasi perempuan dalam perekonomian. Menurut Suahasil, peran perempuan tidak boleh dilihat semata dari sisi pasar tenaga kerja, melainkan dari kontribusinya terhadap ekonomi secara keseluruhan. “Kalau hanya dilihat dari labor market, orang bisa bilang tidak ada nilainya. Padahal dalam ekonomi, kontribusi perempuan itu luar biasa dan menjadi salah satu pilar penting dari pertumbuhan ekonomi,” tegasnya. Suahasil menilai, keberhasilan Indonesia mengelola tantangan-tantangan tersebut akan sangat menentukan kualitas pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Baca juga: Bonus Demografi Harus Diimbangi Investasi SDM, Bukan Hanya Angka Populasi
(prf/ega)
Anak Buah Purbaya Ungkap 4 Tantangan Bonus Demografi ke Depan
2026-01-11 04:00:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 03:12
| 2026-01-11 02:33
| 2026-01-11 02:11
| 2026-01-11 02:02










































