BP BUMN Beri Sinyal Patra Niaga Jadi Induk dari Penggabungan 3 Anak Usaha Pertamina

2026-01-10 10:03:06
BP BUMN Beri Sinyal Patra Niaga Jadi Induk dari Penggabungan 3 Anak Usaha Pertamina
JAKARTA, - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memberi sinyal PT Pertamina Patra Niaga (PPN) akan menjadi induk perusahaan dari penggabungan tiga anak usaha PT Pertamina (Persero).Ketiga anak usaha yang akan digabungkan yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan, proses pelaksanaan aksi korporasi tersebut masih terus berjalan. Ia bilang, Pertamina Patra Niaga yang memungkinkan ditunjuk menjadi induk untuk mengelola seluruh bisnis hilir Pertamina."(Penggabungan tiga anak usaha Pertamina) ini sedang dikaji juga. Kayaknya begitu (Pertamina Patra Niaga jadi induk)," ucap Aminuddin ditemui di Jakarta, Senin .Baca juga: BP BUMN Target Merger BUMN Karya Rampung Kuartal I-2026Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri pernah mengungkapkan bahwa proses penggabungan tiga anak usaha ditargetkan terlaksana pada 1 Januari 2026. Saat ini, proses peleburan ketiganya masih berada pada tahap finalisasi."Sekarang kita sedang tahap finalisasi. Nanti kita akan laporkan ke Danantara untuk mendapatkan persetujuan. Kita sih kejarnya mudah-mudahan per 1 Januari 2026 sudah terlaksana," ujar Simon di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin .Dia menjelaskan, aksi korporasi ini diperlukan untuk memperkuat kinerja anak-anak usaha Pertamina di tengah tantangan global. Harapannya, penggabungan PPN, KPI dan PIS dapat mendukung penguatan keuangan konsolidasi Pertamina Group."Ketika kita melihat sekarang, kondisi sekarang, dengan adanya keputusan ini, kita sudah membandingkan antara penggabungan subholding PIS dengan Patra Niaga, dengan Kilang, Inilah yang sejauh ini adalah keputusan terbaik penggabungan tiga subholding," kata dia.Pada kesempatan berbeda, Simon bilang, kinerja keuangan anak usahanya saat ini mengalami penurunan seiring dengan kondisi global yang bergejolak. Penurunan kinerja ini berdampak pula pada keuangan konsolidasi Pertamina."Permintaan menurun, sementara produksi kilang itu meningkat karena banyak kilang-kilang baru. Dengan demikian, dengan kondisi yang kurang favorable untuk kita, kilang ini marginnya kan semakin kecil," jelas dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Kamis ."Nah dengan marginnya semakin kecil, tentunya secara keseluruhan, secara konsolidasi kan akan berpengaruh kurang baik ke bottom line perusahaan," imbuh Simon.Baca juga: Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur 10 Persen Jelang Libur NataruMaka dari itu, penggabungan ketiga anak usaha diyakini akan mendukung perbaikan kinerja Pertamina ke depannya."Dengan demikian, supaya lebih efektif memang ada beberapa kajian di kita untuk menggabungkan antara KIP, PIS, dan PPN," ucapnya.


(prf/ega)