Ribuan ASN Aceh Utara Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Fasilitas Umum

2026-01-10 09:27:14
Ribuan ASN Aceh Utara Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Fasilitas Umum
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten itu untuk membersihkan lumpur sisa banjir di berbagai fasilitas umum, Senin .“Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) wajib gotong royong, bantu rakyat bersihkan lumpur pascabanjir,” kata pria yang akrab disapa Ayahwa ini kepada Kompas.com.Ia menyebutkan, pembersihan dilakukan di sejumlah fasilitas umum, seperti pesantren, masjid, sekolah, kantor kepala desa, dan lainnya.“Laporkan ke saya, hari ini OPD ini bersihkan satu masjid, sampai benar-benar bisa digunakan. Besok seterusnya begitu ke fasilitas umum lain, ini harus kita lihat dampak pemulihan,” terangnya.Baca juga: Korban Banjir Aceh Tamiang Keluhkan Sumur Berlumpur, Terpaksa Beli Air Kemasan untuk MasakAyahwa juga meminta para camat mengajak Kapolsek dan Danramil untuk memastikan pendataan desa serta kerusakan akibat banjir dilakukan secara akurat.“Data harus bersih, jangan ada yang doble. Camat harus di desa, di lokasi. Ini ada camat yang tidak pernah ke desa, saya temukan saat saya keliling seluruh lokasi,” ujarnya.Ia berharap pemulihan pascabanjir dapat terlihat nyata dan aktivitas masyarakat mulai kembali bergeliat.“Jangan sampai data keliru, akan muncul konflik sosial, rakyat akan protes kepala desa dan camat, itu jangan sampai terjadi di Aceh Utara,” pungkasnya.Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 67.876 orang yang tersebar di 210 titik lokasi.Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 54 titik pengungsian, Langkahan 50 titik, Sawang 33 titik, Muara Batu lima titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Seunuddon dan Nibong masing-masing dua titik, serta Cot Girek dan Kecamatan Meurah Mulia masing-masing satu titik.Baca juga: Terima Bantuan dari Malaysia untuk Korban Bencana Aceh, Mualem: Terima KasihKebutuhan pengungsi yang paling mendesak meliputi tenda keluarga, air bersih, kebutuhan dapur, popok, kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan, serta perlengkapan ibadah.Sebelumnya, banjir terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh.Namun khusus Aceh Utara dan Aceh Timur, banjir mulai terjadi sejak 22 November 2025, dengan kerusakan terparah dialami Kabupaten Aceh Utara.


(prf/ega)