JAYAPURA, – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo melepas pengiriman 827,5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke enam provinsi di Papua.Dengan rincian, 287 ton untuk Provinsi Papua; 160 ton ke Papua Pegunungan; 140 ton ke Papua Selatan; 62 ton ke Papua Tengah; 128,5 ton ke Papua Barat; dan 57 ton ke Papua Barat Daya.Wakapolri menjelaskan bahwa pengiriman ratusan ton beras SPHP ini untuk memenuhi ketersediaan beras, harga beras yang terjangkau sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Papua.“Hari ini kita distribusikan 827 ton beras SPHP ke enam provinsi di Tanah Papua untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau, agar masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan cukup,” kata Komjen Dedi usai melepas puluhan truk pengangkut beras di Halaman Mapolda Papua, Selasa sore.Baca juga: Kejati Papua Barat Setor Rp 5,8 Miliar ke Negara, Uang Pengganti dari Korupsi Jalan Mogoy MardeyKomjen Dedi menyebut, nantinya akan ada tambahan distribusi beras SPHP dalam pekan ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua, menjelang Natal dan Tahun Baru.“Untuk hari ini, ada 827 ton dari 1.200 ton yang kita siapkan. Jadi gudang itu tidak akan kosong. Kita akan distribusi terus sehingga memang kebutuhan masyarakat itu tercukupi dan kita akan pastikan bahwa tidak ada kenaikan harga apalagi stoknya kurang,” ujarnya.Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman mengatakan, pendistribusian beras dalam jumlah besar tahun ini adalah hasil kerja keras Polri dalam menjamin ketersediaan pangan di Indonesia.“Ini sangat luar biasa karena di saat musim paceklik padi di bulan September, Oktober, dan November itu deflasi pangan yang artinya harga turun, padahal selama ini kita inflasi. Kemudian, yang berikut bahwa beras bukan penyumbang inflasi dan ini adalah buah hasil kerja keras Pak Kapolri dan jajarannya,” kata Amran.“Atas nama petani kami menyampaikan terima kasih kepada Polri yang terus berupaya membantu rakyat Indonesia. Kita bisa lihat hasilnya deflasi di saat paceklik, di saat bukan panen raya. Jadi kesejahteraan petani kita meningkat dan daya beli masyarakat naik, itu poin pentingnya,” ujarnya lagi.Baca juga: Stok Beras Kalteng Surplus, Pemprov Tetap Waspadai Dampak Kenaikan Harga Jelang NataruUntuk menjamin ketersediaan beras, Mentan juga mendorong agar segera dibangun gudang di setiap kabupaten/kota di Papua.“Kita juga minta segera bangun gudang di setiap kabupaten/kota, sehingga stok itu selalu tersedia di gudang. Dengan begitu, maka kebutuhan masyarakat akan selalu terpenuhi,” katanya.Amran juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua untuk mulai mencetak sawah sehingga memenuhi kebutuhan pangan.“Solusi permanen untuk ketahanan pangan adalah cetak sawah. Jadi, tahun ini, kami targetkan untuk Papua bisa cetak sawah 20.000 hektar, dengan begitu maka Papua akan mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.Selain beras SPHP, Mentan juga menyampaikan akan menyalurkan minyak goreng dalam jumlah besar sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng saat Nataru.“Kita juga akan distribusikan minyak goreng dalam jumlah besar agar stok aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Nataru,” kata Amran.Baca juga: BMKG Ingatkan Hujan Sedang hingga Lebat Terjadi di Papua Selama Desember-Februari 2026
(prf/ega)
Mentan dan Wakapolri Lepas Pengiriman 827,5 Ton Beras ke 6 Provinsi di Papua
2026-01-11 14:52:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:30
| 2026-01-11 15:27
| 2026-01-11 14:02
| 2026-01-11 13:30
| 2026-01-11 13:21










































