- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah untuk kategori Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Terbaik pada tingkat provinsi dengan fiskal tinggi.Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin . Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media.Dalam kesempatan tersebut, Luthfi mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dinas kesehatan (dinkes) provinsi dan kabupaten/kota se-Jateng dalam melaksanakan program Dokter Spesialis Keliling (Speling).Melalui program Speling yang digagas Luthfi, layanan kesehatan Pemprov Jateng mampu menjangkau masyarakat hingga ke seluruh desa di Jateng.Baca juga: Wamenkes Puji Program Speling Pemprov Jateng, Usulkan ke Presiden Jadi Program NasionalSejak diluncurkan pada Maret hingga 30 November 2025, program Speling telah menjangkau 80.775 jiwa di 790 desa/kelurahan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng.Mereka telah memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan mencakup skrining tuberkulosis (TBC), antenatal care (ANC) ibu hamil, kesehatan jiwa, tekanan darah, gula darah, periksa payudara klinis (sadanis), dan kanker serviks.Dalam pelaksanaannya, program Speling Pemprov Jateng diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah pusat.Strategi tersebut mendorong capaian CKG di Jateng hingga berhasil menyentuh 12,4 juta jiwa per 30 November 2025, tertinggi secara nasional.Baca juga: Hasil CKG, Kemenkes: 96 Persen Peserta Dewasa Kurang Aktivitas Fisik"Sudah 790 desa yang disasar oleh dokter-dokter spesialis kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis. Ini sesuai dengan program Presiden RI Prabowo Subianto untuk pelayanan kesehatan gratis," ujar Luthfi dalam keterangan resminya, Selasa .Untuk menyukseskan program Speling, Luthfi menggandeng sejumlah rumah sakit milik Pemprov Jateng dan kabupaten/kota, termasuk rumah sakit milik pemerintah pusat dan swasta yang ada di Jateng.Para dokter spesialis dari berbagai rumah sakit tersebut dikoordinasikan dan diberangkatkan bersama mobil Speling menuju desa-desa yang menjadi target program ini, khususnya yang berada di daerah terpencil."Secara simultan akan berputar terus sehingga tidak ada masyarakat desa terpencil kami yang tidak tersentuh program Speling,” tegas Luthfi.Baca juga: Tinjau Layanan Dokter Speling di Brebes, Gubernur Jateng Tekankan Pemerataan KesehatanPasalnya, lanjut dia, sektor kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting untuk mereduksi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jateng.Oleh karena itu, Luthfi akan terus meningkatkan program Speling karena dalam program ini terdapat pula transfer ilmu yang bermanfaat dari dokter spesialis kepada dokter-dokter umum di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).Dok. Pemprov Jateng Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin General Manager Pusat Data dan Analisis Tempo sekaligus perwakilan dewan juri dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Khairul Anam, menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih Pemprov Jateng telah dinilai berdasarkan data-data di lapangan.Data tersebut mencakup capaian CKG dengan bobot 30 persen, data Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 20 persen, data Integrasi Layanan Primer (ILP) 20 persen, data pos pelayanan terpadu (posyandu) siklus hidup aktif 10 persen, data Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) 10 persen, dan data kelengkapan alat kesehatan 10 persen.Berdasarkan data yang diperoleh, Provinsi Jateng dinilai telah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan sebesar 87,49 persen, serta layanan CKG mencapai 96,91 persen.Selain itu, sebanyak 99,79 persen puskesmas memiliki otonomi pengelola keuangan dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster melebihi rata-rata 85,32 persen dan 90,91 persen.Baca juga: Psikolog Klinis di Puskesmas jadi Penolong Awal Masalah Mental"Data ini diambil atau di-support oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," kata Khairul.Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kegiatan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah (pemda) tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun.Penghargaan ini diberikan sebagai upaya membentuk iklim yang kompetitif dan memotivasi kinerja antardaerah."Kalau tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya kami berikan penghargaan dalam bentuk trofi dan sertifikat, saya berpikir ini tidak cukup. Tahun depan Kemendagri ada anggaran yang akan digunakan untuk pemberian reward (penghargaan)," ucap Tito.Baca juga: Para Bupati Tak Sanggup Atasi Banjir, Kemendagri Pastikan Pemerintah Pusat Ambil Alih
(prf/ega)
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling
2026-01-12 03:30:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:16
| 2026-01-12 02:34
| 2026-01-12 02:15










































