Sidang Lanjutan di Mahkamah Militer, Dokter Sebut Prada Lucky Dilaporkan Jatuh dari Bukit

2026-01-11 23:19:43
Sidang Lanjutan di Mahkamah Militer, Dokter Sebut Prada Lucky Dilaporkan Jatuh dari Bukit
KUPANG, - Ada fakta menarik saat sidang lanjutan kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Namo, yang digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa .Sidang dipimpin Hakim Ketua Mayor Chk Subiyatno, serta dua hakim anggota Kapten Chk Dennis Carol Napitupulu dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto serta Oditur Militer Letnan Kolonel (Letkol) Yusdiharto, menghadirkan 17 orang terdakwa dan dua orang dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo.Dua orang dokter itu yakni dr Kandida Abiana sebagai dokter jaga yang awal menangani Prada Lucky dan dan Gede Adirastu, sebagai dokter sepesial bedah.Baca juga: Terdakwa Kematian Prada Lucky Bakal Hadirkan 2 Dokter di Sidang LanjutanSaat memberikan keterangannya, Gede Adirastu, menyebutkan, mereka mendapat laporan awal bahwa Prada Lucky terjatuh."Dilaporkan jatuh dari bukit dengan ketinggian sehingga kita fokus pemeriksaan pada daerah dadanya. Memang sejak awal masuk sudah lakukan rontgen di dada," ungkap Gede.Gede menyampaikan hal itu saat ditanya Oditur Militer mengenai napas Prada Lucky yang tak normal saat menjalani perawatan medis di RSUD Aeramo.Gede menjelaskan, dirinya memeriksa langsung Lucky pada hari Senin, 4 Agustus 2025.Saat itu, napas Lucky terlihat lebih cepat dari kondisi orang normal.Meski begitu, Lucky bisa menyampaikan dengan baik terkait keluhannya."Saya periksa terdapat luka di daerah dada, perut, pinggang, lengan kanan kiri, paha kanan kiri. Luka di lengan dan paha sudah kemerahan,"ungkap dia.Walaupun telah ditangani secara maksimal, tapi kondisi Lucky terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 6 Agustus 2025.Baca juga: Di Sidang Militer, Saksi Mengaku Lihat Tubuh Prada Lucky Penuh Luka dan NanahSebelumnya diberitakan, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalion TP 834 Waka Nga Mere, meninggal dunia pada Rabu , setelah diduga dianiaya para seniornya.Sebelum meninggal, Lucky sempat dirawat secara intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, membenarkan kematian prajurit tersebut.Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan, sebanyak 20 personel TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, termasuk seorang perwira.


(prf/ega)