Saat 2 Guru di Manggarai Timur Berjuang Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku SMP

2026-01-12 06:22:12
Saat 2 Guru di Manggarai Timur Berjuang Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku SMP
BORONG, – Di Kampung Paundoa, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, seorang anak laki-laki bernama Yustino Donsi Dajing (13) hampir saja kehilangan masa depannya karena tak punya biaya sekolah.Namun, berkat kegigihan dua guru SMPN Satap Munde, kini Donsi kembali duduk di bangku kelas VII, bahkan sudah bisa membaca dan menulis dengan baik.Semua bermula dari sebuah kemah pramuka.Pada Agustus 2025, SMPN Satap Munde menggelar kemah pramuka di Kampung Paundoa untuk memperingati Hari Pramuka Nasional.Di tengah keramaian anak-anak berseragam, seorang bocah diam-diam hanya menonton dari kejauhan.Yohanes Aryanto Anggal, guru yang akrab disapa Yanto, penasaran.“Iya, Pak,” jawab anak itu pelan.Seketika hati Yanto tersentuh.Ia langsung melapor ke kepala sekolah, Robertus Yani.Baca juga: Nasib Guru SD di Tegal, Tewas Dirampok Saat Cari Rezeki Tambahan sebagai Sopir Taksi OnlineTanpa pikir panjang, kepala sekolah memerintahkan Yanto dan rekannya, Hendrikus Gabu (Guru Hen), untuk mencari anak itu dan membawanya ke sekolah.Keesokan harinya, kedua guru itu naik motor menuju rumah Donsi.Di sana, mereka bertemu ibu Donsi yang sedang pusing memikirkan biaya sekolah kakak Donsi di SMK Borong.“Kami bilang ke mama Donsi, ‘Biaya nanti kita cari bersama. Yang penting Donsi sekolah dulu,’” cerita Yanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Akhirnya, ibu Donsi setuju. Hari Sabtu setelah perayaan 17 Agustus 2025, Donsi datang ke sekolah dengan baju kaus lusuh dan celana pendek.Tak ada seragam, tak ada sepatu.


(prf/ega)