Fahira Idris DPD: Curah Hujan Ekstrem Tak Bisa Dicegah, Tapi Dampaknya Bisa Diminimalkan

2026-01-11 04:13:55
Fahira Idris DPD: Curah Hujan Ekstrem Tak Bisa Dicegah, Tapi Dampaknya Bisa Diminimalkan
Jakarta - Menjelang berakhirnya tahun 2025, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus menjadi catatan penting sekaligus agenda utama pembangunan nasional ke depan.Serangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai negara rawan bencana, tidak bisa lagi bersikap reaktif dan parsial dalam menghadapi risiko kebencanaan.Senator Jakarta ini mengungkapkan, bencana yang berulang bukan semata persoalan alam, melainkan refleksi dari tantangan struktural dalam tata kelola pembangunan, perlindungan lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat.Advertisement“Sebagai negara yang secara geografis berada di kawasan rawan bencana, Indonesia tidak boleh lagi memandang bencana sebagai peristiwa insidental, melainkan sebagai risiko permanen yang harus dikelola secara sistematis dan terintegrasi,” ujar Fahira Idris, Senin .Dalam catatan akhir tahunnya, Fahira Idris menekankan pentingnya menjadikan penanggulangan bencana sebagai arus utama pembangunan. Artinya, setiap kebijakan dan program pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah harus memasukkan analisis risiko bencana sejak tahap perencanaan. Pembangunan infrastruktur, tata ruang, perumahan, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan harus dirancang berbasis peta risiko dan prinsip pengurangan dampak bencana.Aktivis perempuan ini juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, deforestasi, dan pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam turut memperbesar risiko bencana.“Curah hujan ekstrem mungkin tidak bisa kita cegah, tetapi dampaknya bisa kita minimalkan jika pembangunan dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan,” tegasnya. 


(prf/ega)